Home Sulteng

Kasus Naik karena Tracking Belum Maksimal

23
RAKOR COVID - Gubernur H Longki Djanggola (tengah) memimpin Rakor Evaluasi Penanganan Covid di Sulteng secara virtual di Ruang Rapat Polibu, Rabu 21 Oktober 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Gubernur Keluarkan SE Penerapan Disiplin Prokes Covid-19

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng telah mengevalusasi meningkatkan kasus Covid-19 di Sulteng pada beberapa hari terakhir. Salah satu penyebabnya karena tracking belum maksimal dilakukan oleh beberapa pemerintah kabupaten dan kota.

Evaluasi tersebut diungkapkan Gubernur H Longki Djanggola saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid di Sulteng secara virtual di Ruang Rapat Polibu, Rabu 21 Oktober 2020.
Rapat diikuti Kapolda Sulteng Irjen Rahman Baso, Danrem 132/Tadulako Brigjen Farid Makruf, Plt. Kadis Kesehatan Provinsi Sulteng, bupati dan wali kota Palu, unsur Forkopimda dan Satgas Penanganan Covid Kabupaten dan kota.

Selain karena tracking belum maksimal, kata Gubernur juga karena edukasi belum optimal sampai ke masyarakat di pelosok daerah. Serta Belum optimalnya penertiban pada tempat tempat keramaian dan tempat tempat umum.

Karena itu, ada tiga hal yang diputuskan dalam rakor dalam rangka penanganan penyebaran Covid. Pertama, penegakan disiplin sesuai Pergub 32 Tahun 2020 dan Penegakan Perbub dan Perwali tentang protokol kesehatan melalui Operasi Yustisi.

Kedua, terus dilakukan penegakan disiplin protokol kesehatan. Kepada yang melanggar Protokol Kesehatan diberikan sanksi sosial sebagai efek jera dan terus melakukan edukasi dan tracking kepada masyarakat.

Ketiga, kebijakan pemberlakuan syarat perjalanan yang masuk wilayah Sulawesi Tengah harus menunjukkan hasil Swab PCR diubah dengan syarat Rapid Tes dan akan berlaku sejak tanggal 26 Oktober 2020. 

Usai rakor Gubernur menandatangani SE Nomor , 440/570/Did. Kes, Tentang Perubahan SE Gubernur Nomor, 440/ 523/ Dis.Kes tentang Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran corona virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Sulteng.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Rahman Baso, menyampaikan agar seluruh Kapolres dan Kapolsek dan Babinkantibmas agar terus bersama sama Satgas untuk melakukan pencegahan operasi yustisi. Selama ini Operasi Yustisi sudah melakukan teguran sebanyak 3638 , dan sudah menerapkan sanksi sebanyak 372.

Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Maruf meminta agar seluruh Dandim dan jajaran untuk terus bersama satgas melakukan Operasi Yustisi dan penerapan sanksinya tidak dengan push up tetapi memberikan sanksi lebih mengucapkan janji di depan umum. (ril/*)

Ayo tulis komentar cerdas