Home Politik

Cudy: Tak Perlu Bohong, Apalagi Fitnah

24
ORASI POLITIK - Rusdy Mastura saat menyampaikan visi-misi di hadapan masyarakat Kelurahan Kayamanya Central, Kota Poso, Jumat 23 Oktober 2010.(Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Calon gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mengingatkan relawan, simpatisan dan seluruh masyarakat yang menyatakan dukungan kepadanya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk tidak saling menyerang, apalagi menjelekkan kandidat lawan.

Hal itu disampaikan Cudy, sapaan akrab Rusdy Mastura ketika melantik relawan Srikandi Aliansi Relawan Rusdy-Ma’mun (Srikandi Alarm) dan Jaringan Mendukung Memenangkan Rusdy Mastura (Jamrud) di Ibu Kota Kabupaten Poso pada Kamis 22 Oktober 2020 malam.

“Sampaikan saja gagasan kita secara jujur, tak perlu berbohong apa lagi menyebar fitnah,” ujar Rusdy Mastura seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Metrosulawesi.

Selain melantik relawan, selama berada di Kabupaten Poso calon gubernur nomor urut 2 itu juga melakukan kampanye dialogis bersama sejumlah kelompok masyarakat di beberapa kelurahan di Kabupaten Poso.

Dalam orasi kampanye pun Cudy kerap mengingatkan masyarakat agar tetap berpolitik santun. Dia tidak ingin masyarakat terpecah hanya karena beda pilihan politik.

“Biarkan saja lawan menyerang kita dengan bermacam fitnah. Tapi kita juga harus jujur, bahwa persoalan kebencanaan di Sulawesi Tengah sampai saat ini belum terselesaikan,” ujar Rusdy Mastura saat berkampanye di Kelurahan Kayamanya Central, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Jumat 23 Oktober 2020.

Di tengah masyarakat Poso, mantan wali kota Palu dua periode itu mengingatkan bagaimana penderitaan warga korban bencana 2018 hingga saat ini masih banyak yang belum mendapatkan bantuan layak dari pemerintah daerah.

“Hal ini harus kita selesaikan. Jadi saya minta mari sama-sama kita doakan saudara kita yang jadi korban bencana dua tahun lalu.”

Pemerintah daerah, kata dia, punya tanggung jawab besar dalam menyelesaikan persoalan korban bencana yang sampai saat ini masih banyak dikeluhkan.

Jika terpilih sebagai gubernur pada pemilihan 9 Desember 2020 nanti, tugas utama Cudy ingin segera menyelesaikan persoalan penanganan bencana di Kota Palu, Sigi, Parigi Moutong dan Donggala (Pasigala).

Rusdy Mastura yang mantan wali kota Palu dua periode berpasangan dengan mantan bupati Banggai Ma’mun Amir akan berhadapan di pentas politik Sulawesi Tengah melawan mantan sekretaris provinsi Mohammad Hidayat Lamakarate yang berpasangan dengan mantan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah Bartholomeus Tandigala. (mil/*)

Ayo tulis komentar cerdas