Home Donggala

Mengaku Inspektur Inspektorat, Tipu Empat Kades

28
Wadir Krimsus Polda Sulteng, AKBP Sirajudin Ramli, didampingi Kasubdit Penmas Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lesatari, saat konferensi pers di Mapolda Sulteng, kemarin (22/10). (Foto : Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Raup Puluhan Juta Digunakan untuk Foya-Foya

Palu, Metrosulawesi.id – Tim Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku penipuan dengan mengaku lnspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Donggala. Dua pelaku berhasil menipu empat kepala desa (Kades) dan meraup uang puluhan juta.

Wadirreskrimsus Polda Sulteng AKBP Sirajuddin Ramly mengatakan, kasus bermula empat kepala desa di Kabupaten Donggala menjadi korban atas ulah pelaku yang mengaku Inspektur Inspektorat di Donggala dengan menyuruh korban untuk mentransfer uang dengan dalih dipinjam dan berjanji akan dikembalikan di Kantor Inspektorat Kabupaten Donggala.

‘’Kasus itu terjadi pada akhir bulan Agustus 2020 lalu,’’ kata Sirajuddin Ramly didampingi Kasubbid Penmas dan Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng, dalam konferensi pers di Polda Sulteng Kamis (22/10).

Keempat kades yang berhasil ditipu berada di Kecamatan Sirenja masing-masing kepala desa Jono Oge Rp17 juta, kades Sililik Rp10 juta l, kades  sibado 15 juta, dan kepala Desa  Kolakola, Kecamatan Banawa Rp20 juta. Sehingga totalnya sebesar Rp62 juta.

AKBP Sirajuddin Ramly  menerangkan, saat dikonfirmasi oleh korban, Inspektur Inspektorat Kabupaten Donggala merasa tidak pernah menghubungi dan meminjam uang kepada para kepala desa.

Berdasarkan hasil penyelidikan Tim Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng dipimpin Kasubdit V Kompol Moh. Jufri, dengan berbekal petunjuk mereka bergerak ke Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Di sana mereka berhasil mengamankan pelaku inisial AR (39) sebagai otak pelaku dan inisial A (23) berperan sebagai membantu AR.

Dari kedua warga Sidrap itu diamankan 6 buah HP, dua lembar SIM Card nomor 082187777825 dan nomor 08221144915 serta satu lembar ATM BNI nomor seri 1946 3400 7038 1111. Sedangkan uang hasil kejahatan sesuai pengakuan pelaku habis digunakan untuk foya-foya, ujarnya Kedua tersangka saat ini telah dilakukan penahanan di Rutan Polda Sulteng dan dijerat pasal 28 ayat (1) jo pasal 45.a ayat (1) UURI no. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UURI no.11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik yaitu setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, dengan ancaman penjara maksimal 6 (enam) tahun dan atau denda maksimal Rp1 miliar.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas