Home Parigi Moutong

Cudy Sebut Parimo dan Donggala Perlu Dimekarkan

32
WEFIE - Rusdy Mastura dikerumuni ibu-ibu yang ingin ber-wefie. Mereka mencegat rombongan mobil Rusdy Mastura agar bisa melihat langsung sosok calon pemimpin Sulteng itu. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Parimo, Metrosulawesi.id – Luas wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang sekitar 6.231,85 kmĀ² memaksa masyarakat yang berada di wilayah paling utara pantai timur Sulawesi Tengah itu harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk sekadar berurusan di kantor pemerintah daerah.

Selain menyulitkan masyarakat, hal ini juga menjadi penghambat pembangunan daerah, khususnya di wilayah yang jauh dari jangkauan pemerintah setempat. Setidaknya, begitu menurut pandangan calon gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura.

Hal itu beberapa kali diungkapkan Cudi, sapaan akrab Rusdy Mastura, ketika bertemu berbagai elemen masyarakat di wilayah Pantai Timur Kabupaten Parimo. Ada beberapa daerah di Sulawesi Tengah menurutnya perlu melahirkan otonomi baru.

“Kalau pemerintah pusat membuka moratorium, kita ajukan. Setidaknya Parigi dan Donggala bisa dimekarkan. Hal ini juga bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan di daerah tersebut,” ungkap Rusdy Mastura di Parigi, Kamis 22 Oktober 2020.

Ketika menyampaikan hal serupa ke masyarakat, Rusdy Mastura selalu mendapatkan sambutan tepuk tangan meriah dari warga, mengamini niatan Cudy untuk melakukan pemekaran daerah di kabupaten tersebut.

Cudy memang sedang mengunjungi daerah-daerah pelosok di beberapa kabupaten. Ia ingin melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat di daerah pelosok.

“Ini juga untuk membuktikan bahwa Rusdy Mastura itu adalah pemimpin yang peduli,” ungkap juru kampanye nasional (Jurkamnas) pasangan calon gubernur Rusdy Mastura-Ma’mun Amir yang juga Anggota DPR RI Ahmad M Ali.

Hingga beberapa hari kedepan, Rusdy Mastura juga akan mengunjungi beberapa wilayah di Kabupaten Poso. Usianya yang sudah tidak muda lagi bukan penghalang dirinya untuk melihat langsung kondisi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Yang bilang kak Cudy itu muda siapa? Dia memang sudah tua, tapi kita sedang mencari pemimpin, yang kita butuhkan gagasan. Untuk kondisi krisis seperti sekarang Cudy adalah sosok yang paling tepat untuk Sulawesi Tengah,” tandas Ahmad M Ali.

Dalam perjalanan kampanye Rusdy Mastura kerap dihadang oleh kelompok masyarakat. Ketika melanjutkan perjalanan dari arah Kecamatan Moutong menuju Ibu Kota kabupaten Parimo pada Rabu 21 Oktober 2020 malam, ia kembali dihadang oleh sekelompok masyarakat Desa Bobalo, Kecamatan Palasa, hanya untuk sekadar melihat figur mantan wali kota dua periode itu.

Reporter: Tahmil Burhanuddin

Ayo tulis komentar cerdas