Home Palu

SMP Negeri 5 Palu Tetap Pakai Metode Daring dan Luring

23
Ramlah M Siri. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMP Negeri 5 Palu, Ramlah M Siri, mengatakan, demi mencegah timbulnya klaster baru penularan Covid-19 di lingkungan sekolah, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih dan luring masih tetap dilaksanakan.

“Sebelumnya PJJ dilakukan melalui tiga metode yakni daring, luring, dan touring. Namun pembelajaran touring atau kunjungan guru tidak dilaksanakan atau dihentikan, hal itu mengikuti instruksi Kepala Disdikbud Palu demi mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik dan guru,” kata Ramlah, di Palu, belum lama ini.

Ramlah mengaku, setiap hari peserta didiknya tetap mengikuti aktivitas belajar, baik itu secara daring maupun luring.

“Untuk daring kita menggunakan banyak aplikasi, sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan guru mereka, bebas memilih menggunakan aplikasi apapun, yang paling penting pembelajaran tetap dilakukan,” ungkapnya.

Kata Ramlah, bagi siswa yang tidak punya fasilitas seperti ponsel android untuk ikuti pembelajaran daring, sekolah hanya memberikan penugasan dan pemberian materi melalui buku yang telah dipersiapkan sebagai bahan ajar peserta didik.

“Olehnya itu saya mengimbau orangtua yang harus datang ke sekolah, agar mengambil dan mengembalikan tugas tersebut. Kita sengaja mengimbau orangtua karena kami telah tegaskan tidak boleh ada peserta didik datang ke sekolah untuk mengambil atau mengembalikan tugas,” katanya.

Selain itu, kata Ramlah, meskipun pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan, SMPN 5 Palu tetap melakukan berbagai persiapan untuk pemenuhan sarana prasarana pencegaha Covid-19. Sehingga, saat pembelajaran tatap muka kembali diizinkan maka sekolah sudah siap untuk melakukannya.

“Awalnya sekolah kami sudah ditunjuk sebagai salah satu sekolah piloting, olehnya itu kami beberapa waktu lalu sudah berupaya menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk tatap muka, salah satunya dengan meminta surat persetujuan orang tua. Bahkan kami juga sudah melakukan simulasi,” ujarnya.  

Selain itu, kata Ramlah, sekolahnya juga telah membentuk Tim Siaga Covid-19 yang melibatkan pihak Puskesmas, Kelurahan, dan Satgas K5, untuk bekerjasama dalam mencegah penularan Covid-19.

“Dan ini sudah ada SKnya dan sudah tembus ke dinas. Bagi kami tidak masalah kapan pun akan dilaksanakan tatap muka, karena kami memang  sebelumnya sudah mempersiapkan itu,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas