Home Sulteng

Peringati Hari Santri Nasional 2020, Santri Sulteng Tulis Mushaf 30 Juz

23
FOTO BERSAMA - Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke, saat menerima secara simbolis tulisan mushaf salah satu santri, di Ponpes Istiqamah Ngatabaru Kab. Sigi, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020, para santri di tiga Pondok Pesantren di Sulawesi Tengah menulis mushaf Al-Qur’an 30 Juz.

Kepala Seksi Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sulteng, Nurhayati, mengungkapkan, pondok pesantren yang melaksanakan penulisan mushaf tersebut yakni Pondok Pesantren Modern Al-Istiqamah Ngatabaru Kabupaten Sigi, Pondok Pesantren Al-Khairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, dan Pondok Pesantren Al-Hikmah Kotanagaya, Kabupaten Parigi Moutong.

“Mushaf Al-Qur’an 30 Juz yang ditulis tangan oleh para santri ini akan menjadi kado terindah peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkap Nurhayati, di Palu, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke, mengatakan, bahwa sejak terbitnya Peraturan Presiden Tahun 2015, peringatan Hari Santri Nasional sudah memasuki tahun ke-5. Namun tahun ini berbeda dengan peringatan Hari Santri sebelumnya, karena dilaksanakan secara sederhana dalam suasana pandemi Covid-19, dengan penerapan protokol kesehatan.

“Saya sangat bersyukur karena pondok pesantren Al-Istiqamah Ngata Baru ini sangat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan” ujarnya.

Rusman mengatakan, kegiatan Hari Santri Nasional tahun ini ditandai dengan kegiatan penulisan Mushaf Al Qur’an oleh para santri pondok pesantren di Sulteng dan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional oleh pondok pesantren se-Indonesia pada 22 Oktober 2020.

“Pondok Pesantren merupakan aset nasional, yang dalam sejarahnya banyak membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan Resolusi Jihad. Disamping itu, pendidikan di pondok pesantren sangat komplit, karena para santri dididik dalam satu area yang aman, terfokus pada kegiatan pembelajaran yang komprehensif, dilakukan terus menerus, serta dibekali berbagai bidang keilmuan untuk menjadi pemimpin masa akan datang,” jelas Rusman.

Pendidikan di Pondok Pesantren kata Rusman, tidak saja dibekali dengan ilmu agama tapi juga ilmu umum yang dapat bersaing dengan sekolah lainnya.

“Olehnya itu diharapkan proses belajar mengajar di pondok pesantren dapat berjalan baik dan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Rusman juga berharap, semua santri dan pengajar dalam keadaan sehat sehingga proses belajar mengajar berjalan baik, tentunya dengan tetap menjaga aman, iman, dan imun.

“Aman yaitu dengan memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun. Iman dengan banyak beribadah, zikir, dan berdoa, serta Imun dengan makan makanan bergizi dan olahraga,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas