Home Ekonomi

Modal Kecil, Keuntungan Lumayan

25
FOTO BERSAMA - Asrianti, saat foto bersama dengan kedua temanya yang memproduksi masker di tempat usahanya, Selasa, 20 Oktober 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Laporan: Moh Fadel

DI masa pandemi ini, penggunaan alat pelindung diri (APD) beruapa masker sangat dianjurkan oleh pemerintah untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Pada sejumlah daerah, masker menjadi langkah meledaknya permintaan masyarakat.

Salah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai keahlian menjahit menangkap peluang tersebut, dengan mencoba memproduksi masker beragam model. Namanya Asrianti (30), ibu tiga anak itu bersama dua temannya membuat masker bahan kain biasa dan spunbond.

“Kami sudah tiga bulan memproduksi masker dan kami buat sesuai dengan pesanan orang. Biasanya itu para pemesan meminta model hijab, telinga, dan ada juga scuba,” kata Asrianti, Selasa, 20 Oktober 2020, di tempat usahanya yang berada di Jalan Srikaya II, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat.

Asrianti membuka usaha di rumahnya bersama Kiki (20) dan Lusiana (40), untuk saat ini mereka masih memproduksi sesuai pesanan kosumen yang membutuhkan.

“Kemarin juga kami sempat ikut kegiatan yang namanya Pasar Murah, dan secara kebutulan di kegiatan tersebut ada pembagian masker. Olehnya itu kita mencoba pasarkan lewat acara itu dengan memasarkan sekitar 150 masker,” ujarnya.

Asrianti mengatakan, masker yang diproduksinya sesuai orderan. Saat ini dirinya sedang membuat masker dari bahan spunbond. Untuk waktu membuat masker tergantung pesanan, jika banyak biasanya sampai seminggu, terkadang tidak.

“Dalam sehari biasanya ada yang pesan sekitar 50 masker, ada juga hampir 100, dan yang memesan masker kami itu ada dari kalangan pemerintahan dan masyarakat. Selain itu kami juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook, untuk mempromosikan produksi masker kami,” katanya.

Namun kata Asrianti, karena mungkin sudah banyak para penjahit yang juga memproduksi masker, bahan  seperti spunbond dan karet sedikit langkah. Hal ini yang menjadi kendala saat memproduksi masker.

“Kami menjualkan satu masker harganya Rp5000, kami jual juga per lusin, untuk minat masyarakat memesan masker cukup banyak, karena saat ini masih masa pandemi tentunya masker ini salah satu kebutuhan,” ungkapnya.

Asrianti merupakan murid binaan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) AQVIR yang berada di jalan Sis Aljufri Palu. Setelah mengikuti pelatihan dengan mengasah bakat di LKP tersebut, dirinya termotivasi untuk memproduksi masker.

“Saya merasa pembuatan masker sedikit lebih simpel, dan modalnya juga tidak terlalu banyak,  kemudian juga pemasarannya juga gampang karena pasti peminatnya banyak, sehingga kami memilih membuat masker saja untuk dijual. Ternyata cukup lumayan penghasilannya, dalam tiga bulan ini kurang lebih sekitar Rp600 ribu kami dapatkan, artinya cukup juga untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Asrianti menambahkan bahwa untuk mesin jahit yang digunakannya ada yang digital dan manual. Selain masker, dirinya juga bisa menjahit baju anak-anak. Hingga saat ini produksi masker terus berjalan.

Ayo tulis komentar cerdas