Home Politik

Ahmad Ali Berkisah Soal Cudy

52
ORASI POLITIK - Ahmad Ali saat berorasi di Desa Lambunu, Kacamatan Lambunu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa 20 Oktober 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)
  • Ingin Jadi Pemimpin Amanah Sampai Takut Tak Bisa Bantu Orang

RUSDY Mastura yang saat itu tengah berada di Jakarta takut pulang ke Kota Palu jelang hari raya Idul Fitri. Alasannya, dia takut tak bisa membantu warga yang datang ke rumahnya jelang Lebaran, sementara saat itu dia sendiri lagi tak memiliki uang.

Hal itu dikisahkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad M Ali ketika menjadi juru kampanye calon gubernur Sulawesi Tengah nomor urut 02 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

“Kejadiannya sekitar tiga tahun lalu. Saya telepon, kenapa kak Cudi tidak pulang? katanya dia tidak punya uang, dia takut ketika di Palu ada ina-ina (ibu-ibu) atau mangge-mangge (bapak-bapak) datang ke rumah saya (Rusdy Mastura) tidak bisa bantu,” cerita Ahmad Ali kepada masyarakat yang disambut haru, Selasa 20 Oktober 2020.

“Saya tahu, kak Cudi memang adalah orang baik yang selalu ingin membantu orang lain. Bahkan ketika dia menjadi wali kota selama dua periode kemudian keluar, dia juga masih seperti ini, biasa-biasa saja. Dia tidak punya uang, karena uangnya itu dia pakai untuk bantu masyarakat,” kata dia.

Ahmad Ali yang sejatinya telah dinanti-nanti oleh masyarakat untuk maju sebagai calon gubernur itu ternyata punya alasan mengapa dirinya memilih untuk tidak maju dan mendorong Cudi, sapaan akrab Rusdy Mastura, maju berpasangan dengan Ma’mun Amir bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Suami dari Nilamsari Lawira itu tidak maju pada Pilkada Sulteng untuk mempermantap karier politiknya secara nasional. Dia yang merupakan satu-satunya putra daerah Sulawesi Tengah yang mampu menjabat Wakil Ketua Umum salah satu partai besar itu diminta oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk fokus menjadi politisi nasional.

Karena itulah, Ahmad Ali kemudian mencari figur yang tepat untuk diusung oleh partai pemenang pemilihan legislatif (Pileg) pada 2019 itu. Pilihannya dijatuhkan pada sosok Rusdy Mastura. Sebelumnya, Rusdy Mastura juga telah menyampaikan niatannya itu untuk menjadi gubernur agar bisa merealisasikan gagasannya untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kak Cudi selalu bilang ke saya, bantu saya (Cudi). Saya ingin mati sebagai pemimpin yang amanah. Dan saya tahu, kak Cudy selama memimpin tidak pernah bermasalah selama jadi wali kota karena uang, dia bahkan kehabisan uang karena bantu orang. Itulah salah satu sebabnya saya memilih kak Cudi sebagai calon Gubernur, Insya Allah dia amanah,” jelasnya.

Ahmad Ali melihat sosok politisi senior itu sebagai harapan masyarakat, terutama bagi mereka yang masih merasakan kesenjangan ekonomi.

“Saya tidak ingin mencari calon pemimpin dari darah biru, saya ingin menjadikan politik sebagai harapan masyarakat. Jika Rusdy Mastura terpilih, anak-anak kita yang ada di sini pun punya kesempatan yang sama di masa mendatang,” katanya.

“Kita ingin pemimpin yang lahir dari rahim masyarakat,” tandasnya.

Dia juga menepis isu yang menyebut dirinya tidak mendukung penuh niatan Rusdy Mastura untuk bertarung di Pilkada.

“Saya akan berjuang bersungguh-sungguh untuk memenangkan Rusdy Mastura. Jika kalian (masyarakat) masih percaya saya, sudah waktunya kita menangkan kak Cudi. Jangan biarkan orang baik berjuang sendiri.”

Ahmad Ali tidak ingin ketika Rusdy Mastura terpilih sebagai gubernur, masih ada masyarakat yang ditolak ketika berobat di rumah sakit. Dia juga tak ingin masih ada anak daerah yang terputus pendidikannya karena tak memiliki biaya.

“Jika Rusdy-Ma’mun berkhianat, saya akan berada paling depan bersama masyarakat untuk meminta beliau turun jika nantinya diberi amanah menjadi gubernur,” jelas Ahmad Ali.

Di beberapa kali kesempatan berbincang langsung dengan sejumlah warga, sosok Rusdy Mastura juga membuat masyarakat terkagum-kagum karena kesederhanaannya, baik secara penampilan maupun ketika berbicara.

“Ini calon gubernur kita seperti masyarakat biasa, kita kaget lihat penampilannya yang sangat merakyat. Kita harus pilih dia,” ujar Heri, salah satu warga di Kecamatan Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Untuk diketahui, pemilihan gubernur (Pilgub) kali ini diikuti oleh dua pasang calon, yakni Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala dan Rusdy Mastura-Ma’mun Amir.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas