Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng, Eda Nur Ely melihat produk UMK yang didisplay di ruang pelatihan kewirausahaan bagi UMK, kemarin (19/10). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng, Eda Nur Ely mendorong pelaku usaha berkategori usaha mikro dan kecil (UMK) di daerah ini terhubung dengan digital. Menurutnya dengan menggunakan teknologi digital sebagai salah satu solusi pemasaran di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Kadis mengatakan itu di hadapan puluhan pelaku UMK dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi yang menjadi peserta pelatihan kewirausahaan bagi UMK yang digelar UPT Pelatihan, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng, kemarin (19/10).

Dalam sambutannya, Kadis mengungkapkan rakornas yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) beberapa waktu lalu. Katanya, Kemenkop UKM menargetkan 10 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terdigitalisasi hingga akhir 2020.

Dalam rakornas itu Kemenkop mengungkapkan hingga saat ini telah ada 9,4 juta UMKM yang go digital. Jumlah tersebut, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), bertambah sebanyak 1,4 juta dari tahun 2019 yang masih di angka 8 juta UMKM.

Dia juga mengatakan, peluang dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital belum dimanfaatkan secara optimal. Sebab dari sekitar 64 juta populasi UMKM di Indonesia, baru 13 persen yang telah go digital.

Namun Kadis tidak mengungkapkan berapa UMKM di Sulteng yang sudah go digital. Dia pun mendorong pelaku UMK di daerah ini untuk memanfaatkan teknologi digital.

“Karena itu kami pemerintah mendorong kepada pelaku UMKM agar mampu membaca peluang dan memanfaatkan pasar dalam negeri dengan sebaik-baiknya di tengah pandemi, dengan melakukan digitalisasi,” lanjutnya.

Dia menambahkan pelatihan kewirausahaan bagi UMK merupakan upaya pemerintah mendorong produk usaha lebih berkualitas serta sebagai persiapan menuju digitalisasi usaha. Digitalisasi penting sebab perubahan perilaku konsumen dengan membatasi interaksi fisik dan mengurangi aktivitas di luar rumah terbukti dapat memberi peluang lebih besar kepada UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas