Home Palu

Siapkan Generasi Cinta dan Gemar Membaca

55
BERIKAN EDUKASI - Duta Baca Provinsi Sulteng, Asrianti, saat memberikan edukasi tentang mitigasi bencana lewat buku cerita di Huntara Donggala Kodi, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • Duta Baca Sulteng Beri Penguatan Literasi di Huntara

Laporan: Moh. Fadel

ASRIANTI, Duta Baca Provinsi Sulawesi Tengah melakukan roadshow pemberantasan buta aksara di Hunian Sementara (Huntara) belum lama ini. Giat ini merupakan salah satu program Duta Baca dalam memberikan penguatan literasi dasar seperti membaca dan menulis kepada anak-anak usia dini. Roadshow kali ini dilakukan di Hunian Sementara (Huntara) Kelurahan Donggala Kodi, Kota Palu.

“Kondisinya di Palu pernah terjadi bencana alam gempa bumi, dan saat ini masih dalam masa bencana non alam yakni pandemi Covid-19, maka saya memberikan edukasi tentang kesehatan dan mitigasi bencana, melalui pendekatan mendongeng, bercerita, dan bermain,” kata Asrianti, di Palu, belum lama ini.

Asrianti mengatakan, selama ini dirinya menyasar anak-anak usia dini karena yang paling terdampak secara psikologis adalah anak-anak.

“Para anak-anak di Huntara itu masih sangat minim sekali pengetahuannya tentang kebersihan, kemudian tindakan yang dilakukan ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi, ketika mereka misalnya tidak bersama dengan orang tuanya. Jadi perlu ditanamkan edukasi tentang kesehatan dan mitigas kebencanaan,” jelasnya.

Menurut Asrianti, daerah Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu rawan akan bencana alam, maka anak-anak usia dini ini perlu diberikan edukasi atau pemahaman awal, paling tidak ketika terjadi bencana mereka bisa menyelamatkan diri.

“Kemudian di masa pandemi ini anak usia dini juga harus mengetahui cara mencuci tangan dengan baik, apalagi saat ini mereka tinggal di Huntara, tentunya perlu sekali diberikan edukasi,” ungkapnya. 

Kata Asrianti, anak-anak usia dini yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan korban bencana likuefaksi di Balaroa.

“Antusias anak-anak di Huntara itu begitu bagus, karena yang mengikuti kegiatan ini ada sekitar 40 orang. Untuk menghindari kerumunan kami membagi dua sesi untuk bertemu para anak-anak tersebut,” katanya.

Selain memberikan edukasi, Asrianti juga menyalurkan bantuan seperti alat tulis, buku, vitamin, dan masker.   

“Program berkunjung ke Huntara kami lakukan sudah empat kali, rencananya akan berlanjut lagi di Donggala, namun kami masih akan melihat kondisi kasus pandemi Covid-19, jika misalnya sudah mulai menurun kasusnya, kemungkinan kami akan ke salah satu Huntara di Donggala,” ujarnya.

Kata Asrianti, budaya literasi perlu ditanamkan kepada anak usia dini untuk menyiapkan generasi literasi melalui penguatan gemar membaca.

“Mereka perlu ditanamkan cinta dan gemar membaca,” katanya.

Ayo tulis komentar cerdas