Home Sulteng

Pelayanan Perpustakaan Daerah Tetap Buka

21
Ardiansyah Lamasitudju. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Ardiansyah Lamasitudju, mengatakan, bahwa saat ini pelayanan Perpustakaan di kantornya tidak ditutup artinya masih tetap dibuka, meskipun Kota Palu zona merah.

“Pelayanan kami di Perpustakaan begitu ketat protokol kesehatannya, sehingga bagi para pengunjung yang tidak menggunakan masker bisa dipastikan akan tidak dilayani. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan pandemi Covid-19 di lingkungan Perpustakaan. Bahkan jarak pengunjung untuk membaca juga telah diatur,” kata Ardiansyah, saat dihubungi Metro Sulawesi, Senin, 19 Oktober 2020.

Ardiansyah mengatakan, akibat ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan, para pengunjung di Perpustakaan tidak begitu meningkat.

“Yang pasti kami tidak menutup layanan Perpustakaan, para pengunjung diberikan peluang dengan menggunakan protokol kesehatan, duduk dengan berjarak satu meter lebih, kemudian tetap menggunakan masker, mencuci tangan, bahkan kami menyiapkan hand sanitizer. Jadi pengunjung tidak berkerumun di dalam karena menggunakan sistem antri dalam meminjam buku,” ujarnya.

Ardiansyah mengatakan, pihaknya tidak ada dasar melarang pengunjung meskipun wilayah daerah ini masih zona merah.

“Kami di Perpustakaan berlakukan sistem antrian untuk menghindari jumlah pengunjung yang begitu banyak. Olehnya itu ada batasan-batasan dalam berkunjung ke Perpustakaan. Jadi saat ini jumlah pengunjung tidak terlalu menumpuk, seperti beberapa bulan lalu sebelum pandemi,” katanya.

Ardiansyah mengatakan, di masa pandemi saat ini kebanyakan masyarakat itu lebih membuka link atau website Perpusnas RI yakni e-book.

“Perpustakaan ini adalah jendela dunia, sehingga jika kita ingin melihat perkembangan dunia beramai-ramailah kita membuka buku-buku di e-book, kemudian di perpustakaan daerah juga ada. Untuk mencapai manusia yang memiliki sumber daya handal untuk Indonesia maju, solusinya meningkatkan literasi, karena ini untuk kesejahteraan,” jelasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas