Home Hukum & Kriminal

Oknum Polres Morowali Diduga Aniaya Tahanan

38
MINTA PENDAMPINGAN - La’ane Tahir (kanan) warga Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali diterima Direktur LBH HAM Sulteng, Dr Muslimin Budiman SH MH (tengah atas) di kantor LBH HAM Sulteng di Palu, Senin 19 Oktober 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebanyak 13 orang dari 21 warga Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, diduga dianiaya oknum polisi di Polres Morowali. Kasus ini berawal ketika puluhan warga itu diamankan atas tuduhan kepemilikan senjata tajam.

La’ane Tahir, warga Desa Topogaro mengatakan, kasus yang dialami rekan-rekannya itu berawal dari konflik penguasaan lahan perkebunan.

“Mereka itu pada 4 Oktober lalu, menduduki lahan mereka yang dikuasai perusahaan PT BJS. Kemudian pada 14 Oktober, mereka ditangkap oleh polisi dan dibawa ke Polres,” kata La’ane kepada Metrosulawesi, di kantor LBH HAM Sulteng di Palu, Senin 19 Oktober 2020.

La’ane mengatakan, dari 21 yang diamankan, delapan orang di antaranya dibebaskan. Sedangkan sisanya 13 orang hingga saat ini masih ditahan.

“Mereka ditahan di sejumlah polsek,” katanya.

ke-13 orang tersebut, yakni: SA, AS, AA, Nas, Nsrd, Has, Aky, AZ, AIN, Ir, Re dan RDP.

Bukti penganiayaan oleh oknum polisi itu katanya, karena terdapat memar di wajah korban.

“Bahkan ada yang satu orang keluar darah dari dalam telinganya, akibat penganiayaan itu,” jelas La’ane.

Untuk membuktikan tuduhan itu, La’ane mengaku siap menghadirkan saksi atas penganiayaan oknum polisi itu. Dua oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan itu adalah Bripka ARM dan Bripka S.

“Teman-teman yang bebas itu siap menjadi saksi. Karena mereka menyaksikan penganiayaan itu,” kata La’ane.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap belasan warga itu kini sudah ditangani pihak LBH HAM Sulteng. Direktur LBH HAM Sulteng, Dr Muslimin Budiman SH MH mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah hukum yang diperlukan untuk melakukan pembelaan terhadap hak-hak warga tersebut.

“Kemungkinan terbesar kami akan menempuh gugatan praperadilan. Namun sebelum itu, kami akan mengumpulkan bukti-bukti dulu,” kata Budiman.

Budiman mengatakan, tindakan warga menduduki lahan itu adalah buah dari hasil rapat penyelesaian klaim lahan antara warga dengan PT BJS di kantor Camat Bungku Barat pada 16 Desember 2019. Dalam rapat yang dipimpin Camat Bungku Barat Jalaluddin Ismail SH dan juga dihadiri pihak manajemen PT BJS itu disepakati lima poin.

Di poin kelima kesepakatan itu disebutkan, bila negosiasi warga tidak ditanggapi oleh pihak PT BJS, maka warga akan menghentikan pekerjaan sementara di area lahan PT BJS.

Pada kenyataannya kata Budiman, hingga saat ini antara warga dan perusahaan tidak menemui kesepakatan.

“Karena itulah warga menduduki lahan tersebut,” kata Budi.

La’ane mengatakan, sedikitnya ada seluas 13,2 hektar lahan warga yang diambil oleh perusahaan itu. Lahan tersebut terdiri atas milik Syamsu Alam seluas 11,2 hektar dan milik La’ane Tahir 2 hektar.

“Saya menyebutnya ini penyerobotan. Karena sebelumnya, tidak pernah ada pemberitahuan. Tiba-tiba pihak perusahaan membangun pabrik di atas lahan kami,” kata La’ane.

Lahan yang di atasnya terdapat berbagai jenis tanaman perkebunan itu kata La’ane, dikuasainya sejak 2011 yang dibelinya dari warga bernama Baharu. Sementara Baharu sendiri sudah menguasai lahan itu sejak 1980. Demikian pula Syamsu Alam katanya, dia menguasai lahan seluas 15 hektar sejak 1996.

La’ane mengatakan, pihak perusahaan sudah beberapa kali menemuinya agar bersedia menerima pembayaran ganti rugi. Awalnya ditawari Rp250 juta melalui bupati kemudian Rp400 juta melalui salah satu intel Kodim. Namun, pihaknya menolak. Dia menganggap nilai uang sebesar itu belum sebanding dengan luas lahan mencapai 13,2 hektar.

Pihak Polres Morowali yang dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Penangkapan itu sebagai tindaklanjut dari laporan pihak PT BJS.

Kabag Ops Polres Morowali, AKP Nasruddin SH, MIK, MH, mengatakan bahwa kegiatan penangkapan terhadap beberapa orang warga merupakan upaya Polres melakukan penegakan hukum dalam rangka untuk menindaklanjuti laporan perusahaan BJS.

“Jadi itu memang tindaklanjuti adanya laporan perusahaan dalam hal ini PT BJS. Masalah adanya warga yang melakukan pengancaman, termasuk ada juga yang membawa sejata tajam,” terang Nasruddin.

Dari masalah yang di laporan perusahaan PT BJS itu, menurut Nasruddin, penyidik Polres turun melakukan pemeriksaan saksi dari perusahaan dan berkoordinasi kepada pihak kejaksaan terkait pasal-pasal yang akan disangkakan.

“Berdasarkan dari dua alat bukti yang didapat oleh penyidik. Bahwa memang patut diduga kegiatan beberapa warga yang sudah dilaporkan perusahaan, secara terang masuk dalam Pasal yang disangkakan,” urainya.

“Saat itu kami dari Polres Morowali melakukan penangkapan terhadap bapak Syamsu Alam dan kawan-kawannya” sambung Nasruddin.

Adapun langkah-langkah pada saat penangkapan, sebut Nasruddin, tidak ada unsur atau tindakan kekerasan yang dilakukan anggota Polisi. Baik dalam penangkapan dari tempat kejadian perkara sampai dengan di Polres Morowali.

“Semua anggota yang berhubungan dengan teknis di lapangan telah diberikan intruksi, mana harus ada penindakan dan mana yang tidak. Jadi memang, kami cukup atensi betul jangan sampai ada usur-unsur kekerasan di saat melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Olehnya itu sebut Nasruddin apabila ada masyarakat yang merasa mengalami tindakan kekerasan, Polres Morowali juga mempersilahkan kepada masyarakat memberikan laporan. Sebab pimpinan telah mewanti-wanti agar dalam kegiatan penegakan hukum jangan sampai ada tindakan unsur kekerasan dari Kepolisian.

“Makanya, pada saat kami diperiksa penyidik, sampai ada yang ditahan dan dikembalikan kepada keluarganya tidak ada yang melapor kepada kami ada unsur kekerasan. Dan kalau memang ada dari pihak keluarga yang ditahan mengklaim dan merasa telah mengalami unsur kekerasan dan akan melakukan upaya hukum, maka kami juga siap saja untuk melakukan perlawanan atas upaya hukum dari warga itu,” tegas Nasruddin.

Reporter: Murad Mangge, Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas