Home Palu

Tunjangan Sertifikasi Guru Ditunda

54
H. Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Ansyar: Itu Keputusan Pemerintah Pusat

Palu, Metrosulawesi.id – Guru-guru di Kota Palu tengah resah adanya informasi akan ditundanya pencairan tunjangan sertifikasi triwulan (TW) IV periode Oktober, November, dan Desember 2020. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Ansyar Sutiadi, membenarkan informasi tersebut.

“Iya benar, pencairannya ditunda ke 2021. Itu keputusan pemerintah pusat,” ungkapnya kepada Metrosulawesi, Minggu, 18 Oktober 2020.

Namun demikian, Ansyar mengatakan tidak semua guru akan merasakan penundaan pencairan tunjangan sertifikasi. Sebagian guru dipastikan tetap akan menerima tunjangan yang bersumber dari APBN itu.

“Jadi tidak semua ditunda, tapi ada ratusan-lah yang dialihkan pembayarannya ke tahun 2021,” ujar Ansyar.

Dia kembali menegaskan bahwa keputusan penundaan pencairan tunjangan sertifikasi guru sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dikatakan, Disdikbud Palu yang telah menerima informasi tersebut sejak beberapa waktu telah mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah.

Melalui surat edaran dimaksud, kepala sekolah diminta menginformasikan kepada guru adanya keputusan penundaan pencairan tunjangan sertifikasi. Tujuannya kata Ansyar agar guru-guru mengetahui ditundanya pencairan ke tahun depan.

“Kami sudah sampaikan ke kepala SD-SMP agar menyampaikan kepada guru-guru,” ucapnya.

Anysar mengharapkan guru-guru yang terkenda dampak penundaan pencairan dana sertifikasi bersabar. Dipastikan hak guru menerima tunjangan sertifikasi TW IV tetap dibayarkan pada 2021.

“Saya harap ini tak jadi polemik karena hanya ditunda pembayarannya, bukan tidak mau dibayarkan. Guru-guru harus tetap fokus melaksanakan tugas-tugas di masa pandemi sekarang ini,” pungkas Ansyar.

Sementara itu, salah seorang guru SD di Kota Palu mengharapkan keputusan menunda pencairan tunjangan sertifikasi bisa ditinjau kembali. Menurutnya, masa pandemi saat ini, guru juga ikut yang paling terdampak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dana sertifikasi sangat kita butuhkan cepat cair karena tidak ada penghasilan lain dampak corona,”  ucap guru yang tidak bersedia namanya ditulis.

Reporter: Michael Simanjuntak, Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas