Home Politik

Buat Konten Medsos yang Lebih Mudah Dicerna

29
DUA PEMBICARA - Politics and Government Outreach, The Facebook Company, Noudy Valdryno (kanan) bersama Anggota KPU Sulteng, Sahran Raden. (Foto: Istimewa)
  • Trik Relawan Demokrasi Sosialisasikan Pilkada di Tengah Covid-19

Sebanyak 320 Relawan Demokrasi di Sulawesi Tengah telah terbentuk. Mereka akan menyosialisasikan pemilihan serentak 2020, salah satunya yang efektif di masa pandemic Covid-19 adalah melalui media sosial. Bagaimana caranya agar efektif?

SABTU 17 Oktober 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah memberikan upgreading atau peningkatan kapasitas Relawan Demokrasi dalam pemilihan serentak 2020 di tengah masa pandemi Covid-19.

Sosialisasi secara virtual dipandu Kasubag Hukum KPU Sulteng, Cherly Azharuddin dan dihadiri tiga pembicara yakni Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dan Anggota KPU Sulteng, Sahran Raden.

Pembicara yang menarik Relawan Demokrasi adalah Noudy Valdryno, Politics and Government Outreach, The Facebook Company, APAC yang berbagi informasi tentang trik sosialisasi pemilihan serentak melalui media sosial.

Raka Sandi mengatakan, Relawan Demokrasi dibentuk bertujuan meningkatkan partisipasi pemilih, membangkitkan kesukarelaan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Kita tentu tidak ingin masyarakat mendapatkan informasi yang tidak proporsional,” katanya.

Media sosial menjadi salah satu sarana yang baik untuk menyosialisasikan pemilihan serentak 2020 terutama di masa pandemic Covid-19. Noudy Valdryno dari Facebook menjelaskan, tren penggunaan smartphone di masa pandemic Covid-19 semakin meningkat.

Ryno mengungkapkan, survei yang dilakukan Facebook pada Maret 2020, bahwa 70 persen responden mengalokasikan waktunya di smartphone selama pandemi Covid-19. “45 persen responden mengalokasikan waktu lebih banyak di aplikasi messanging seperti WA. 45 persen alokasikan waktu lebih banyak di media sosial,” kata Noudy Valdryno, yang kerap disapa Ryno.

Menurut Ryno, konten yang berhasil di media sosial di antaranya interaktif yakni menyenangkan, substansial, personal atau autentik.

“Lebih mudah dicerna oleh masyarakat,” ujarnya. Selain itu, konten yang tepat waktu.

Hal penting lainnya yang perlu diketahui Relawan Demokrasi adalah bahwa Facebok dan Instagram setiap harinya menerima satu miliar konten sehingga tidak mungkin masyarakat mencerna miliaran konten.

Oleh karena itu, kata Ryno strateginya harus mengelola dan merencanakan konten-konten yang mau dibuat. Tidak menghabiskan tenaga untuk memperbanyak konten, tapi fokus pada kuantitas.

“Saran kami bikin konten yang bagus, relevan bagi masyarakat, satu sampai tiga konten sudah cukup per hari,” ujarnya.

Begitu juga di Instagram. Dia menyarankan agar membagikan hal-hal yang tak terduga. Posting di Instagram, bukan dengan sudut foto yang normal.

“Posting sudut foto yang unik,” jelasnya.

Sementara itu, Sahran Raden mengingatkan bahwa pemilihan serentak 2020 mengutamakan keselamatan dan kesehatan pemilih, peserta dan petugas pemilihan, meminimalisasi risiko penyebaran Covid-19 dalam setiap tahapan berjalan. Oleh karena itu, penting penggunaan APD, masker, handsanitizer, penyemprotan disinfektan, jaga jarak, tidak salaman, dan tidak kontak fisik.

“Pemilihan yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, dengan tetap berupaya mempertahankan dan meningkatkan tingkat partisipasi aktif pemilih. Relawan demokrasi menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sahran juga meminta kepada KPU kabupaten/kota agar memonitoring Relawan Demokrasi. KPU Sulteng telah menyiapkan beberapa media sosialisasi untuk digunakan oleh Relawan Demokrasi.

Diketahui, Relawan Demokrasi se Sulawesi Tengah sebanyak 320 orang. Masing-masing 35 orang di kabupaten kota yang melaksanakan pemilihan bupati/ wakil bupati dan walikota wakil walikota yakni Palu, Sigi, Poso, Tojo Unauna, Banggai, Banggai Laut, dan Morowali Utara.

Sedangkan yang tidak melaksanakan pemilihan bupati wakil bupati yakni Donggala, Parigi Moutong, Buol, Banggai Kepulauan, dan Morowali masing-masung 25 orang.

“Kecuali Tolitoli tidak membentuk relawan demokrasi karena tidak dianggarkan,” kata Sahran Raden.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas