Home Artikel / Opini

Resensi Buku: Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kebanksentralan

28
Judul: PENGANTAR KEBANKSENTRALAN; TeoridanKebijakan/ Editor: Solikin M. Juhro/ Penerbit: Rajawali Pers/ Cetakan: I September 2020/ Tebal: xxvi + 450 halaman/ ISBN : 978-623-231-484-9
  • Peresensi: DR. ChaerulAnam ,SE.,M.Si. (Ketua Jurusan IESP-FEB Untad dan Pengampu MK Kebanksentralan)

ADA rasa gembira terbersit dalam hati ketika pada hari rabu sore, 14 Oktober 2020, saat saya baru saja tiba di rumah sepulang dari Kantor Perwakilan BI Sulteng, dan melihat ada bungkusan buku tergeletak di atas meja kerja saya. Diletakkan anak saya. Kegembiraan itu membuncah saat membuka bungkusan dan ternyata isinya adalah 2 buah buku bersampul biru. Judulnya: Pengantar Kebanksentralan: Teori dan Kebijakan. Bertambah lagi bersitan kegembiraannya karena yang kirim adalah penulis dan sekaligus editor buku tersebut, bpk Dr. Solikin M. Jumro.

Betapa tidak karena sejak mata kuliah ini diperkenalkan Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako tiga tahun lalu. Sebelumnya pembahasan tentang Bank Indonesia (Bank Sentral) selalu dicantolkan pada mata kuliah lain seperti MK Ekonomi Moneter dan MK Bank dan Lembaga Keuangan lainnya. Mata kuliah kebanksentralan sangat minim buku teks yang bias dijadikan acuan. Padahal dalam kehidupan perekonomian selama ini bank sentral mempunyai peran yang sangat sentral. Kehadiran buku ini, menjadi pelengkap yang sangat penting dalam mendileveri pengetahuan kepada mahasiswa khusus yang mengambil konsentrasi Ekonomi Moneter dan Perbankan di Universitas Tadulako.

Sebelum buku ini terbit ada buku: 1). Dengan judul “Dari De Javasche Bank Menjadi Bank Indonesia: Fragmen Sejarah Bank Sentral di Indonesia oleh Erwien Kusuma, Penerbit Kompas tahun 2014; 2). Buku “Pengantar Kebanksentralan: Teori dan Praktek di Indonesia”, Editor Dr. Iskandar Simorangkir, S.E.,M.A. diterbitkan tahun 2014 oleh Rajawali Pers; dan 3). Buku “Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktek” yang ditulis berdua bapak Dr. Perry Wardiyo dan Dr. Solikin M. Juhro diterbitkan oleh Rajawali Pers tahun 2016. Saat ini Dr. Perry Wardiyo adalah Gubernur Bank Indonesia dan Dr. Solikin M. Juhro adalah Rektor Bank Indonesia Institute (BINS)

*****

Lingkungan strategis yang melingkupi pelaksanaan tugas Bank Sentral bergerak sangat dinamis. Hal ini tidak terlepas dari berbagai distrupsi yang timbul karena factor structural dan siklikal dalam perekonomian global dan domestik, termasuk akibat pandemic COVID 19. Tantangan yang dihadapi tidak mudah. Untu kitu Bank Sentral dari waktu ke waktu harus terus beradaptasi sejalan dengan perubahan lingkungan strategis. Adaptasi diperlukan, agar bank sentral terus dapat memainkan peran yang strategis dalam perekonomian. Adaptasi antara lain terjadi padat ataran paradigma, tujuan dan instrument kebijakan yang diterapkan oleh bank sentral (hal.v).

Dalam evolusinya, perubahan lingkungan strategis, seperti kondisi ekonomi, tekanan politik, dan pemikiran akademisi, berpengaruh terhadap bagaimana bank sentral melaksanakan mandatnya. Pada awal berdirinya pada abad ketujuhbelas, misalnya peran bank sentral di dalam perekonomian lebih ditekankan pada penciptaan dan pengedaran uang, pembelian surat utang pemerintah dan sebagai LOLR bagi stabilitas system keuangan. Penerapan standar emas mampu memperkuat kredibilitas bank sentral dalam mencapai kestabilitas harga, nilai tukar, dan system keuangan karena kewajiban menjaga konvertabilitas mata uang sesuai dengan cadangan emas yang dimiliki. Akan tetapi, kendali pemerintah terhadap bank sentral untuk pembiayaan pemulihan ekonomi pascaperang dunia menyebabkan inflasi meningkat sangat tinggi kemudian menimbulkan krisis ekonomi. Kredibilitas bank sentral pun menjadi hilang (hal. 3-4).

Singkat kata, peran bank sentral di masa depan tidak sesederhana yang dihadapi saat ini. Kondisi yang dihadapi semakin kompleks, kondisi ekonomi global semakin volatile, dipenuhi ketidakpastian (uncertainty), dan tidak mudah diprediksi (ambigue) atau yang lebih dikenal dengan istilah VUCA. Bahkan, dengan tingkat uncertainty dan ambiguity yang tetap dominan, perkembangan ekonomi global dipenuhi gejolak yang signifikan (turbulence) yang tidak diperkirakan sebelumnya (novelty) atau dikenal dengan istilah TUNA. Dengan perkembangan tersebut, karakteristik permasalahan dan tantangan yang dihadapi akan berbeda, dengan resiko tingkat ketidakpastian yang tinggi (unpredictable). Penyebab permasalahan dari kebijakan yang akan diambil menjadi tidak jelas (unknown). Konsekuensinya arah kebijakan yang dibuat oleh pelaku ekonomi, baik otoritas maupun pelaku pasar menjadi tidak pasti (uncertain). Kondisi tersebut sebagaimana yang dinyatakan oleh Donald Rumsfeld bahwa tantangan dalam mengelola masa depan di antaranya dapat bersifat unknownunknown (hal yang tidak kita sadari dan tidak kenali) (Hal. 7)

*****

Buku ini terdiri atas 11 Bab. Dalam buku ini, selain pendahuluan,  pembaca disuguhi pengetahuan tentang: Kelembagaan Bank Sentral, Kerangka kerja kebijakan moneter, manajemen nilai tukar dan aliran modal asing, stabilitas system keuangan, lingkage stabilitas moneter dan sisitem keuangan, system pembayaran dan pengedaran uang, ekonomi dan keuangan syariah, transparansi dan strategi komunikasi kebijakan, koordinasi kebijakan, dan ditutup dengan bab bauran kebijakan bank sentral.

Tujuan penulisan buku untuk menghasilkan sebuah buku referensi yang bersifat pengantar mengenai konsepsi dan praktik kebijakan bank sentral, sebagai bahan ajar di dunia akademis bagi para pengajar dan mahasiswa maupun wahana peningkatan pemahaman dan wawasan bagi para praktisi kebijakan publik. (*)

Ayo tulis komentar cerdas