Home Inspirasi

Tom dan Jom, Serial Animasi Pertama Karya Anak Palu

11
Syarif Alqadri. (Foto: Istimewa)
  • Syarif Alqadri Berharap Dukungan Pemerintah

KARYA animasi bisa dikatakan tak lekang zaman. Bisa dikatakan penikmatnya pun tak terbatas secara usia, tua dan muda kerap menikmati tayangan animasi baik melalui film maupun tv. Jika anda adalah salah satu penikmat serial animasi, mungkin bisa meluangkan waktunya untuk menyaksikan  Tom dan Jom, serial animasi pertama karya pemuda Kota Palu.  Serial animasi bergenre komedi karya Syarif Alqadri (28) ini pertama tayang pada 2019. Kemudian pada 2020 dirilis dengan versi terbaru. Serial animasi Tom dan Jom  menceritakan kehidupan sehari-hari dua orang sahabat Tom dan Jom di Kota Palu. Serial ini  pun telah tayang di chanel Youtube Tolare Animation.

“Saya kan hobinya suka gambar, terus sering buka Youtube melihat-lihat karya film animasi yang dibuat orang lain. Dari situ saya tertantang untuk membuat serial animasi, kan di palu sendiri belum ada yang membuat  animasi seperti ini,” ungkap Syarif saat ditemui dikediamannya, Jumat siang, 16 Oktober 2020.

Pemuda lulusan  S1 Prodi Teknik Elektro Universitas Tadulako ini mengatakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan serial animasi Tom dan Jom tergantung banyaknya detail yang dikerjakan.

“Tim kami ada 7 orang, masing-masing punya perannya sendiri, ada yang berperan sebagai dubber (pengisi suara) dan sound sebagai editing suara atau efek suara. Saya dan kakak saya berperan sebagai  kreator. Saya juga merangkap jadi dubber,” lanjutnya.

Untuk penggarapan serial itu, Syarif mengaku masih memakai rumahnya sebagai studio animasi yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Lorong 4 Tao Lembah, Tavanjuka, Kota Palu.

Dia mengatakan, ada beberapa kendala yang sering dialaminya saat pembuatan serial animasi, diantaranya proses rigging. Sementara untuk ide cerita tiap episode, biasanya datang dari dirinya dengan membuka referensi-referensi animasi lain.

“Karakter Jom menggambarkan anak yang ceria tanpa beban, sedangkan Tom kebalikan dari sifat Jom, yang selalu saja mendapat kesialan setiap harinya, Kedua sahabat ini selalu bersyukur bagaimanapun  keadaan yang mereka dapatkan,” katanya.

“Untuk penghasilan yang kami dapatkan dari serial animasi ini belum ada, tapi biasanya kami dapat job untuk membuat iklan animasi. Kadang karakter Tom dan Jom sendiri dimasukan ke dalam iklan, tergantung permintaan customer,” lanjutnya.

Syarif mengaku untuk pembuatan iklan animasi sendiri dibandrol dengan harga Rp1 jutaan per menit untuk luar kota,dan untuk Kota Palu sendiri harganya relatif.

Uniknya Syarif mengaku belajar membuat animasi secara otodidak, dengan memanfaatkan  Youtube sebagai media pembelajaran.

“Saya berharap ke depannya  makin banyak kreator animasi di Kota Palu, mungkin berat karena untuk peralatan  membuat animasi itu terbilang mahal produksinya. Jangan lupa dukungan dari pemerintah tentunya. Animasi The battle of Surabaya kemarin naik karena mendapat dukungan full dari pemerintahnya,” katanya. (cr3)

Ayo tulis komentar cerdas