Home Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi di SDN 1 Tatura, Menunggu Hasil Perhitungan Ahli

14
Alfred Nobel Passande. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Tim penyidik tindak pidana korupsi pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, terus bekerja mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tatura Palu.

Untuk pembuktikan dugaan korupsi yang terjadi di sekolah tersebut, saat ini tim penyidik Kejari Palu, tengah menunggu hasil perhitungan atas volume pekerjaan dugaan korupsi pembangunan gedung di SDN 1 Tatura Palu.

Perhitungan tersebut dilakukan oleh ahli pada Universitas Tadulako (Ungkap). Perhitungan itu.

“Tim ahli Untad, sudah turun ke lapangan, kami sisa menunggu hasil perhitungan mereka,” ucap Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palu, Alfred Nobel Passande SH, dikonfirmasi baru-baru ini, Kamis (15/10).

Dalam pengungkapan indikasi adanya dugaan korupsi di SDN 1 Tatura Palu, sebelumnya pihak Kejari Palu Sebelumnya, telah melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan yang dilakukan Seksi Intelijen. Selain itu, Kejari Palu juga telah mengambil keterangan dari bendahara sekolah dan mantan kepala sekolah, terkait pembangunan 3 unit kelas baru dan 2 unit yang direhab di sekolah tersebut. Dan keterangan dari konsultan pengawas.

Proyek yang diswakelolakan itu bersumber dari Bantuan Sosial (Bansos) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang dikucurkan pascabencana alam 28 September 2018 lalu, dengan nilai Rp1,5 miliar.

Berdasarkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada, dana Rp1,5 miliar itu untuk pembangunan sejumlah item yang tahan gempa, yakni rehabilitasi gedung A (ruang kelas II A, II B, II C, IV B, VI A, VI B, VI C dan ruang UKS) serta gedung B (ruang kelas III A, III B, III C, V A, V B, dan V C) dengan anggaran Rp98,9 juta. Sedangkan untuk pembangunan baru, dalam RAB diperuntukan bagi pembangunan gedung C yang di dalamnya terdapat tujuh item pekerjaan, seperti ruang kantor, ruang kepala sekolah, perpustakaan, ruang kelas IA, IB, IC dan WC dengan anggaran pembangunan baru senilai Rp1 miliar lebih. (Prt/*)

Ayo tulis komentar cerdas