Home Inspirasi

Buka Authentic Nykhtea dari Sebagian Dana Beasiswa

10
LOMBA - Syahrul, pada saat mengikuti ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia tahun 2019 di Bandung, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)
  • Syahrul, Putera Petani Peraih Duta Pendidikan Sulteng

Laporan: Fachrurroziq & Moh. Af’al

SYAHRUL (20), pemuda asal Desa Simagaya, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala mengaku banyak menghabiskan masa kecilnya di kampung membantu orang tuanya yang berprofesi sebagai petani. Meski berasal dari keluarga yang terbilang sederhana, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus merajut masa depan lebih baik dalam dunia pendidikan.

Mahasiswa program studi Pendidikan Fisika Universitas Tadulako yang bernama asli Syahrul Ramadan ini adalah salah satu penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud RI pada 2018.

Hebatnya, pada 2019, Syahrul bersama rekannya Nurul Fitriani Tanjili, berhasil menjadi Putera Puteri Pendidikan Sulawesi Tengah, dan terpilih mewakili Sulteng ke ajang Pemilihan Putera Puteri Pendidikan Indonesia yang dilaksanakan di Bandung pada 2019. Dari sembilan kategori penilaian, mereka berhasil membawa pulang kategori Best Smart dan Best National Costume.

“Orang tua saya sering berkata, tidak apa-apa mereka harus kerja keras, pinjam uang sana sini, yang penting anak-anaknya harus tetap bersekolah. Dari situlah saya berpikir, kalau saya hanya jalan di tempat, maka saya tidak akan melakukan perubahan untuk diri saya sendiri. Makanya saya memberanikan diri untuk mengikuti ajang pemilihan Duta Pendidikan Sulawesi Tengah, meskipun saya sempat insecure sama diri saya sendiri, tapi pada akhirnya saya tetap memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman saya,” ungkap Syahrul, saat ditemui Metrosulawesi, Jumat Siang, 16 Oktober 2020.

Menurutnya, untuk terpilih sebagai Duta Pendidikan Sulawesi Tengah harus memiliki pribadi yang layak menjadi panutan atau contoh bagi orang lain.

“Dari kisah hidup saya, saya menemukan bahwa walaupun kita hanya berlatar belakang anak seorang petani, yang pendidikannya juga tidak begitu tinggi, bukan berarti anak-anaknya pun juga harus seperti itu. Maka hal itulah yang ingin saya angkat pada permaslahan pendidikan sekarang ini, dari situ saya bisa lebih mengenal dunia pendidikan,” tuturnya.

Syahrul mengatakan, salah satu bentuk pengabdiannya kepada masyarakat selama menjadi Duta Pendidikan yakni pernah mengajar, memberikan motivasi, dan juga mitigasi bencana kepada anak-anak di Huntara Desa Pombewe, Kabupaten Sigi. Syahrul mengaku hal itu adalah bagian dari program advokasinya Lentera Anak Bangsaku, yang bergerak dalam pemerataan pendidikan di daerah pedalaman.

Uniknya, Syahrul yang kini telah menjadi ketua Awardee Beasiswa Unggulan juga memiliki bisnis kuliner sendiri yang diberi nama Authentic Nykhtea sejak awal 2020. Gerai kuliner ini menawarkan minuman olahan teh asal Thailand. Dengan modal yang ia dapatkan melalui program Beasiswa Unggulan.

“Sebab saya juga seorang pencinta Thai Tea, yang juga sudah tau beberapa hal tentang minuman itu juga. Jadi mengapa saya tidak manfaatkan saja sebagian dari beasiswa saya sebagai modal awal untuk membuka usaha. Toh nanti juga hasil dari usaha itu bisa membantu membiayai perkuliahan saya. Dan Alhamdulillah, sekarang juga sudah dalam proses pembukaan outlet cabang di sekitar Jodjokodi,” ungkapnya.

Namun, kondisi pandemi saat ini, membuat Syahrul, terpaksa harus menutup sementara. Syahrul  pun berpesan untuk para pemuda untuk selalu mengembangkan potensi diri, tidak pesimis walaupun berasal dari latar belakang keluarga sederhana.

“Kenali diri sendiri, lihat bagaimana potensi diri, dan kembangkan. Karena sesuatu yang menjadi potensi diri kita, bisa jadi tidak ada dalam diri orang lain,” tuturnya.

Ayo tulis komentar cerdas