Home Sulteng

Santunan Lakalantas Tembus Rp20 Miliar

10
Alwin Bahar. (Foto: Ist)
  • Januari-September 2020

Palu, Metrosulawesi.id – PT Jasa Raharja Cabang Sulteng mencatat santunan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sampai TW III periode Januari-September 2020 telah menembus angka Rp20 miliar lebih. Kepala Unit Operasional dan Humas Jasa Raharja Sulteng, Alwin Bahar, menerangkan santunan lakalantas tersebut dibayarkan untuk korban meninggal dunia, cacat tetap, perawatan luka-luka, dan penguburan di kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

“Untuk santunan korban meninggal dunia Rp11,850 miliar, luka-luka Rp7,767 miliar, cacat tetap Rp374 juta, dan biaya penguburan Rp36 juta,” ungkap Alwin, Kamis, 15 Oktober 2020.

Dia menyebut setiap hari pihaknya melakukan pembayaran santunan lakalantas yang terjadi diberbagai wilayah di daerah ini. Meski masih pandemi virus corona (covid-19), Jasa Raharja Sulteng tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Petugas JR dikatakan tetap sigap mengunjungi korban lakalantas untuk mendapatkan jaminan biaya perawatan.

Dalam pelayanan kunjungan, petugas JR dipastikan akan terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Petugas memakai masker, penutup wajah plastik (face shield), dan sarung tangan, serta menjaga jarak aman (physical distancing).

Selain itu, petugas Jasa Raharja Sulteng rutin menjalin komunikasi dengan pihak rumah-rumah sakit dan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas). Tujuannya untuk mencari tahu informasi adanya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang masuk perlindungan dasar sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 1964 Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 Tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Untuk masyarakat di sekitar Kota Palu yang tidak bisa datang langsung ke kantor Jasa Raharja (JR) bisa menghubungi petugas mobile service atas nama Muhammad Hidayat di nomor 085299899666 atau telepon kantor JR 0451 8205600. Untuk kabupaten JR juga memiliki petugas yang siap membantu pengurusan santunan lakalantas.

Sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 tahun 2017 dan PMK Nomor 16/PMK.010/2017, bagi korban meninggal dunia, Jasa Raharja membayarkan hak santunan duka kepada ahli waris sebesar Rp50 juta.

Demikian pula untuk korban lakalantas dengan kondisi cacat tetap diberikan santunan sebesar Rp50 juta. Sementara korban luka-luka mendapat jaminan biaya perawatan rumah sakit maksimal Rp20 juta.

“Kami tidak akan bosan-bosan mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi meminimalisir lakalantas,” tandas Alwin.

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas