Home Palu

Kepsek SMPN 14 Palu: Touring Guru tidak Dihentikan

17
Harlina. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMP Negeri 14 Palu, Harlina, mengaku, belum menghentikan kegiatan guru untuk berkunjung atau diistilahkan touring ke rumah-rumah siswa yang tidak memiliki fasilitas ponsel android dalam mengikuti pembelajaran daring maupun luring.

“Sebelumnya kami telah mendata atau memetakan mana saja siswa yang tidak memiliki ponsel, setelah itu saya membentuk tim untuk mengunjungi rumah siswa tersebut, dengan menugaskan Guru BP, Wali Kelas, serta kesiswaan,” kata Harlina, di ruang kerjanya, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bukan hanya itu, kata Harlina, Guru juga membuat posko yang rumahnya saling berdekatan, dengan tujuan siswa dapat mengambil tugas pembelajaran di Posko itu, bukan untuk belajar bersama di satu tempat, tetapi hanya mengambil dan mengembalikan tugas di Posko itu.

“Sekarang metode pembelajaran touring itu masih berjalan dan kami tidak hentikan, karena kami juga sudah menginformasikan hal ini ke orang tua siswa, jika ingin bertatap muka dengan guru mata pelajaran itu disilahkan, tetapi menggunakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Harlina, guru yang berkunjung ke rumah siswa ini tidak terlalu sering, dalam seminggu hanya sekali, dan protokol kesehatan sangat diprioritaskan oleh guru-guru.

“Kami juga dari pihak sekolah telah siapkan fasilitas protokol kesehatan berupa face shield, dan masker, bahkan hand sanitizer juga kami sediakan, guru-guru kami tentunya penuh kehati-hatian dalam berkunjung ke rumah siswa,” katanya.

Harlina mengatakan, untuk siswa yang ikuti daring ada sekitar 200 lebih, sementara sekitar 100-an luring, kemudian sekitar 15 persen atau 50 peserta didik dikunjungi oleh guru.

“15 persen ini siswa yang sama sekali tidak memiliki ponsel, serta orang tuanya juga ekonominya kurang mampu,” ungkapnya.   

Namun kata Harlina, siswa yang biasanya dikunjungi Guru ini terkadang juga datang ke sekolah untuk mengambil tugas.

“Jadi tidak menentu terkadang yang tidak punya fasilitas ini datang ke sekolah, kadang juga tidak datang, sehingga di sekolah kami ini ada terus Guru untuk melayani masyarakat. Jika new normal kemarin guru-guru kami sudah datang semua, tetapi karena Kota Palu kembali zona merah maka diberlakukanlah seperti masa pandemi diawal yakni menggunakan shift-shift,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas