Home Palu

Enam Poin Kesepakatan Pemkot-Pemda Parimo Soal Pos Perbatasan

14
PERTEMUAN - Wakil Bupati Kabupaten Parigo Moutong, Badrun Nggai saat melakukan pertemuan dengan Plt. Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said di ruang kerja Wali Kota Palu, Kamis, 15 Oktober 2020. (Foto: Humaspemkot)

Palu,  Metrosulawesi.id – Wakil Bupati  Kabupaten Parigo Moutong, Badrun Nggai melakukan pertemuan  dengan Plt.  Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said di ruang kerja Wali Kota Palu, Kamis, 15 Oktober 2020. Pertemuan tersebut  dalam rangka membicarakan pengamanan pos perbatasan  guna mencegah penyebaran Covid-19 di masing-masing wilayah.

Pada kesempatan  itu, kedua belah pihak menandatangani enam poin kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara.  Poin itu yakni pertama kedua belah pihak akan duduk bersama di pos pintu masuk yang berbatasan dan menjadi tempat perlintasan  pejabat negara, ASN, dan instansi vertikal Kabupaten Parigi Moutong untuk melakukan pemeriksaan terpadu terhadap  pelaku perjalanan komuter.

Kedua, Pemda Parimo akan menyusun daftar warga masyarakat Parimo yang bergerak  secara rutin setiap hari memasuki wilayah Kota Palu dan kembali  ke Parigi Moutong.

Ketiga, kendaraan petugas Satgas akan dilengkapi dengan stiker Gugus Tugas, dan keempat ASN yang akan melakukan perjalanan dinas/bekerja di luar jam kerja harus memperlihatkan surat tugas dari Satuan Tugas Covid-19.

Selanjutnya, kelima, setiap warga yang akan melintasi pintu masuk Kota Palu maupun pintu masuk Donggala akan di thermo gun, yang suhu badannya terdeteksi 38 derajat  celcius akan menunggu di  pos untuk diperiksa lebih lanjut oleh tenaga medis sesuai dengan asal pelaku perjalanan tersebut.

Kemudian keenam, bagi masyarakat Kabupaten  Parimo dibuktikan dengan Kartu Identitas, dan rapid test  akan diberlakukan dalam jangka waktu 14 hari. Pada poin terakhir kedua belah pihak sepakat untuk memasukkan hal-hal lainnya yang tidak diatur dalam berita acara kesepakatan itu.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas