Home Palu

BMKG: Waspadai Puncak La Nina

12
Ilustrasi. (Antara Foto/ Wahdi Septiawan/aww)
  • Dapat Memicu Bencana Hidrometeorologi

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu mengingatkan masyarakat agar waspada menghadapi puncak fenomena La Nina. Itu karena BMKG memprediksi fenomena La Nina yang menghantam Provinsi Sulawesi Tengah berpotensi menimbulkan bencana alam.

“Dalam amatan kami fenomena La Nina akan mengakibatkan bencana hidrometeorologi,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Nur Alim, saat menjadi narasumber pada Live Podcast Palu, Rabu, 14 Oktober 2020.

Menurut Nur Alim, fenomena La Nina mengakibatkan tingginya curah hujan dari biasanya. Saat La Nina, curah hujan 40 persen lebih tinggi dari baisanya atau tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, dapat menimbulkan berupa bencana.

“Tentu kalau ini terjadi ada dampak yang akan ditimbulkan, seperti gelombang tinggi, angin bertiup kencang, hingga bencana lainnya,” ucap Kepala BMKG.

Dia menyebut BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu memprediksi puncak fenomena La Nina akan terjadi pada November sampai awal Desember 2020. Olehnya, perlu antisipasi hingga mitigasi bencana dalam menghadapi puncak fenomena tersebut.

Dalam antisipasi bencana, Nur Alim menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup pemerintah provinsi hingga kabupaten dan kota se Sulteng.

“Saat ini sebenarnya fenomena La Nina sedang berlangsung. Namun puncaknya nanti di November. Sehingga dari sekarang perlu diwaspadai dampak yang mungkin timbul,” jelas Nur Alim.

Olehnya katanya, perlu adanya mitigasi bencana di daerah rawan bencana, salah satunya Kabupaten Sigi. Ini mengingat daerah tersebut seringkali terjadi bencana banjir bandang yang diakibatkan tingginya curah hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Sigi.

“Wilayah Kabupaten Sigi termasuk daerah yang menjadi langganan banjir,” pungkas Nur Alim.

Diketahui, La Nina merupakan fenomena turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata rata sekitarnya. Penyebabnya karena suhu permukaan laut pada bagian barat dan timur Pasifik lebih tinggi daripada biasanya.

Kejadian tersebut menyebabkan tekanan udara pada ekuator Pasifik barat menurun. Hal ini mendorong pembentukan awan berlebihan dan menyebabkan curah hujan tinggi pada daerah yang terdampak.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas