Home Donggala

Takut Rapid Test, Pendaftar KPPS di Banawa Sepi Peminat

21
Ketua KPU Donggala, M Unggul. (Foto: Istimewa)

Donggala, Metrosulawesi.id – Tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Sulawesi Tengah masuk pada rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dilakukan tiap kelurahan atau desa disetiap kecamatan. Tetapi hingga memasuki batas akhir pendaftaran, animo masyrakat yang ingin terlibat sebagai penyelenggara sangat kecil khususnya di Kabupaten Donggala.

“Kalau Pemilu kemarin saya pernah jadi petugas KPPS, tetapi sekarang tidak, takut di rapid test,” kata warga yang meminta namanya tidak ditulis.

Ketua Panitia Pemungutan suara (PPS) Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, Haryono Maruf, yang dikonfirmasi Senin 12 Oktober 2020, menjelaskan hingga hari ini (kemarin) warga Boya yang mengambil formulir pendaftaran 27 orang, yang mengembalikan formulir empat orang.

“Kelurahan Boya jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) 6, satu TPS jumlah KPPS 7 orang, artinya jika ditotal kelurahan Boya butuh 42 anggota KPPS, tetapi hingga batas penutupan pendaftaran yang dijadwalakan, belum ada tanda-tanda ketambahan pendaftar, mungkin takut di rapid test, berbeda dengan Pemilu kemarin yang ramai pendaftar,” ujar Haryono.

Sementara itu, Ketua KPU Donggala, M Unggul, yang dimintai keterangan mengatakan, sepinya peminat karena rapid test dan turunannya sifatnya kasuistik saja, sebab dibeberapa daerah pendaftar KPPS mencapai 80 persen.

“Kasus rapid test itu kasuistik, tidak berlaku diseluruh kecamatan, buktinya beradasarkan data yang kami terima, beberapa kecamatan pendaftarnya sudah mencapai 80 persen. kalaupun kecamatan Banawa sepi, faktor corona saja, sehingga takut di rapid test,” tegasnya.

Lanjutnya, jika masi sepi pendaftaran, KPU akan memperpanjang masa pendaftaran hingga tujuh hari kedepan kedepan, terhitung mulai 13 Oktober.

“Biaya rapid test bagi calon anggota KPPS gratis. KPU telah bekerja sama dengan pemda, calon anggota KPPS tinggal mendatangi puskesmas diwilayahnya masing-masing. Untuk kecamtan Banawa, rapid test di RS kabelota, kecamatan lain di Puskesmas, tujuan rapid test bagi penyelenggara untuk memastikan dirinya sehat,” tutur Unggul.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas