Home Parigi Moutong

Banjir Kayuboko Diduga Akibat Tambang Emas

28
DAMPAK BANJIR - Penyebab banjir menerjang areal perkebunan dan pemukiman warga. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)
  • Tanaman Mati, Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab

Parimo, Metrosulawesi.id – Salah seorang tokoh masyarakat Desa Kayuboko sekaligus tokoh pemekaran Desa Air Panas Kecamatan Parigi Barat Kabupaten Parigi Moutong, Rahman Badja mengungkapkan, bahwa penyebab banjir yang menerjang areal perkebunan dan pemukiman warga Desa Air Panas beberapa waktu lalu, tak lepas dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang ada di Desa Kayuboko.

Dia mengatakan seringkali didatangi warga untuk meminta petunjuk dari aspirasi yang mereka sampaikan.

“Saya sering didatangi oleh keluarga yang ada di sini, untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami saat ini. Yang mana saat ini di Dusun 1┬áDesa Air Panas ada puluhan rumah serta lokasi perkebunan warga yang terdampak banjir beberapa bulan lalu. Bahkan, ada satu rumah warga hanyut terbawa banjir dan hingga kini warga tersebut masih tinggal di bawah tenda,” tutur Rahman pada sejumlah wartawan saat berada di lokasi Banjir Desa Kayuboko dan Desa Air Panas pada Minggu 11 Oktober 2020.

Rahman mengatakan, bahwa sumber kehidupan masyarakat setempat hanya mengandalkan penghasilan dari sektor perkebunan, yang mana tanaman yang ada di kebun mereka sudah mati akibat terdampak banjir.

“Sebab, tanaman mereka seperti, kakao, cengkeh, pohon kelapa, pisang dan lainnya tidak bisa lagi diharap untuk menjadi sumber penghasilan. Karena sudah layu. Bahkan, ada yang sudah mati akibat terkena banjir. Banjir yang kerap melanda Desa Kayuboko dan Air Panas hingga berdampak luas ke wilayah lainya beberapa waktu lalu itu, diduga akibat adanya aktivitas pertambangan tanpa izin yang terus beroperasi di desa Kayuboko,” ucap Rahman.

Rahman menambahkan, bahwa warga yang terdampak saat ini sangat mengharapkan tanggung jawab dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah agar memikirkan nasib mereka Saat ini.

“Untuk itu, selain ada perhatian dari pemerintah daerah dan Pemerintah Desa. Saya minta kepada pihak pengelola tambang yang ada di atas itu memperhatikan juga kondisi keselamatan masyarakat yang ada di hilir sungai ini yang selalu merasa ketakutan jika sudah turun hujan,” tutup Rahman.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas