Home Hukum & Kriminal

Bawa Busur Saat Demo, Polisi Amankan Mahasiswa IAIN Palu

31
DIAMANKAN - Petugas menemukan satu katapel dan 76 paku ripet di dalam tas yang dibawa salah satu mahasiswa saat demo penolakan UU Cipta Karya di kantor DPRD Sulteng, Senin (12/10/2020). (Foto: Ist/ Humas Polda Sulteng))

Palu, Metrosulawesi.id Demo mahasiswa  penolakan Undang-Undang Omnibus Law (Cipta Kerja), di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diwarnai penangkapan seorang oknum mahasiswa yang kedapatan membawa katapel untuk busur panah, Senin (12/10/2020).

Petugas terpaksa mengamankan oknum mahasiswa berinisial SD (19). Warga Jalan Kedondong, Kelurahan  Balaroa, Kecamatan Palu Barat, diduga akan membuar onar di demo mahasiswa yang berlangsung di persimpangan jalan Samratulangi-Hi. Hayun-Sudirman, sekitar pukul 14.00 Wita.

Keterangan yang diperoleh Metrosulawesi.id, menyebutkan, SD yang tercatat sebagai mahasiswa Islam Negeri di Kota Palu ini, diamankan petugas di Pos Polisi depan Bank BTN Palu. SD diamankan petugas lantaran dicurogai gerak geriknya dengan mamwa tas, sembari mengamati petugas.

Saat digeledah petugas, tas yang dibawa SD, ternyata berisikan satu buah katapel beserta 76 paku ripet.

‘’Benar petugas mengamankan satu mahasiswa saat aksi  menuntut penolakan UU Cipta Karya di Kantor DPRD,’’ jelas Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto, SIK, dalam release yang diterima Metrosulawesi.id.

Dengan temuan tersebut, kata Didik, SD mahasiswa semester tiga ini, saat ini menjalani pemeriksaan di Polres Palu. Sejumlah barang bukti, selain katapel dan 76 paku ripet, juga diamankan jaket almamater yang dikenakan bersangkutan. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas