Home Hukum & Kriminal

HS, Adik Pasha Sudah Di-TO BNN

40
BERI KETERANGAN - Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah Brigjen Pol Sugeng Suprijanto didampingi Kabid Brantas BNNP Sulteng AKBP Baharuddin (kiri) dan Kompol Yus Sajangbati (tengah) memberikan keterangan pers di Palu, Kamis malam 8 Oktober 2020. (Foto: Antara/ Sulapto Sali)
  • Pekan Depan, BNN Putuskan Statusnya

Palu, Metrosulawesi.id – HS salah satu dari tiga orang yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah ternyata masuk dalam target operasi (TO) BNN Sulawesi Utara (Sulut). HS yang disebut-sebut adik dari Pasha Ungu (Plt Wali Kota Palu) itu bersama dua rekannya N dan B hingga kini masih ditahan BNN.

Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah Brigjen Pol Sugeng Suprijanto di Palu, Kamis malam mengatakan, ketiga pelaku tersebut ditangkap di wilayah Tatanga yang dikenal sebagai kampung narkoba di Kota Palu.

“Saat kami melakukan penggerebekan di Home tay S di Tatanga pada Sabtu (5/10) yang lalu sebenarnya ada enam orang, tapi tiga orang lainnya yakni S, R dan D,” katanya.

Ia menambahkan saat ini ketiga terduga pelaku yang ditangkap itu masih ditahan di rumah tahanan BNN Sulteng untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan kasus itu.

Ia menegaskan pengungkapan kasus narkoba di wilayah Sulteng terus dilakukan oleh pihaknya guna menekan penyebaran barang haram ini.

“Bantu kami karena Sulawesi Tengah merupakan rengking empat pengguna seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kabid Brantas BNNP Sulteng AKBP Baharuddin mengatakan HS terduga khusus pelaku TO BNNP Sulut itu masih dilakukan pendalaman, keterkainnya dengan kasus yang melibatkan orang dari luar Sulteng.

“Kami masih melakukan pendalaman dan ketiganya masih status saksi mungkin Senin atau Selasa ke depan, nanti kita lihat statusnya apakah bisa kita menjadi tersangka atau tidak. Namun yang jelas mereka positif menggunakan secara bersama-sama,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya juga masih mendalami kepemilikan barang bukti yang ada karena ketiga pelaku tersebut tidak ada yang mau mengaku, sementara ketiga terduga pelaku lainnya masih buron, sehingga masih menjadi kendala.

Baharuddin juga merinci barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan kasus ini antara lain 15 paket plastik bening berisi narkoba, satu buah bong, dua kaca pipet dan satu masih ada sisa narkoba, satu korek api, satu pak plastik kosong, dan sejumlah ATM BCA, BRI, BNI.

Selain itu juga disita satu unit HP Iphone 11, satu HP Oppo, satu HP Reno 4, satu kunci mobil Honda dan uang tunai Rp5.500.000, dan satu tas selempang biru coklat.

“Pelaku yang diamankan satu laki-laki dan dua perempuan, sementara yang masih kita cari dua laki-laki dan satu perempuan. Jadi saat penggerebekan kamar home stay itu ada tiga pasang laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Sementara Kasi Sidik BNN Provinsi Sulawesi Utara Kompol Yus Sajangbati menjelaskan salah seorang pelaku HS yang diamankan oleh BNN Sulteng itu, juga masih ada keterkaitannya dengan tersangka HG yang telah diamankan pada 11 September lalu dengan barang bukti 1,1 gram.

“Berkaitan dengan inisial H ini masih mendalami pemeriksaan yang bersangkutan keterkaitan dengan inisial HG yang kami amankan di Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu dikutip dari Kabar Selebes, pihak BNN Sulteng menolak keinginan Plt Walikota Palu Sigit Purnomo (Pasha) untuk membesuk adik kandungnya HS.

“Kami tolak permintaannya karena masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Sulawesi Tengah AKBP Baharuddin, Kamis malam.

Penolakan itu, kata Baharuddin juga untuk memperlancar proses pemeriksaan yang masih berlangsung.

“Sekaligus kami menepis berbagai tudingan terhadap kami di BNNP Sulawesi Tengah,” katanya.

Kepala BNNP Sulawesi Tengah Brigjen Pol Sugeng Suprijanto juga menegaskan, penanganan kasus HS dkk dilakukan tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

“Kami perlakukan mereka sama dengan yang lainnya. Tidak ada perbedaan,” tegas Sugeng dalam konferensi pers BNNP Sulawesi Tengah, Kamis malam. (ant/*)

Ayo tulis komentar cerdas