PROSES EKSEKUSI - Suasana sita eksekusi, yang dilaksanakan di Salah satu Ruko yang berada di Kompleks Pasar Masomba. (Foto : Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Yang Dilaksanaan PN Palu di Kompleks Pasar Masomba

Palu, Metrosulawesi.id – Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, melaksanakan sita eksekusi berupa pengosongan bangunan Rumah Toko (Ruko), di lokasi Pasar Masomba, Jalan Tanjung Pangimpuan, kelurahan Tatura Utara, kota Palu, Rabu, 6 Oktober 2020. Eksekusi itu dilakukan berdasarkan penetapan PN Palu, Nomor : 03/ Pen.Pdt.Eks HT / 2017 / PN Palu tanggal 7 Mei 2019 dengan luas  lokasi 66 m2, serta berdasarkan surat permohonan eksekusi  tertanggal  9 Maret  2018, yang dimohonkan Julianer Aditia Warman, SH, selaku pemenang lelang atas objek lahan yang masih ditempati keluarga pihak tergugat Bobe Usman.

Sita eksekusi dipimpin, Andi Rusman SH, Panitera Pengadilan Negeri Palu dibantu juru sita Yepta Tuter SH. Surat penetapan keputussan sita eksekusi dibacakan Yepta Tuter. Dalam pelaksanaan sita eksekusi itu, tergugat prinsipal yakni Bobe Usman tidak hadir.

Jalannya proses sita eksekusi, sempat menuai ricuh, dua pria yang merupakan keluarga tergugat, mengamuk dan mencoba menghalangi jalanya pelaksanaan sita eksekusi, bahkan dari salah satunya membawa senjata tajam jenis badik. Karena ternyata, tergugat  saat melakukan pinjaman di bank dengan menggunakan anggunan atas lahan, tanpa sepengetahuan keluarga yang lain. 

Untung saja sita eksekusi saat itu, menuai pengawalan dan pengamanan ketat dari Polres Palu. Bahkan petugas terpaksa mengamankan kedua pelaku, berinisial MU dan AU, kemudian digalang ke Mapolres Palu.

“Iya ada dua orang yang kami amankan, dikarenakan mencoba mengahalangi proses penyitaan, dan salah satunya membawa senjata tajam jenis badik.Langsung diamankan personel Reskrim Polres Palu,” ungkap Kabag Ops Polres Palu, AKP Awaluddin Rahman, yang memimpin langsung pengamanan proses eksekusi.

Sementara itu, Lurah Tatura Utara Firman, kepada wartawan Metrosulawesi mengatakan bahwa, dari pihak kelurahan memfasilitasi pihak tergugat, agar untuk sementara ini, dapat tinggal di hunian sementara (huntara), yang berlokasi di jalan Batu Bata Indah, sebagai  tempat tinggal sementara.

“Kami sudah siapkan dua unit huntara, untuk pihak tergugat tinggali sementara waktu,” tutupnya. (CR2/edy)

Ayo tulis komentar cerdas