Home Donggala

BNPB Diminta Jelaskan Soal Huntap dan Stimulan

51
UNJUK RASA - Ratusan warga penyintas bencana alam 28 September 2018 berunjuk rasa di kantor DPRD Donggala, Selasa (6/10/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Warga Sudah Buka Blokade Jalan Trans

Donggala, Metrosulawesi.id – Warga penyintas yang melakukan aksi Selasa 6 Oktober 2020 dijadwalkan beraudiensi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan menggunakan aplikasi zoom meeting yang difasilitasi pemda. Ospi ini dipilih pemerintah daerah agar warga penyintas mendengar langsung penjelasan pemerintah pusat.

“Selesai mereka demo di DPRD sore sampai jam 10 malam mereka blokir jalan, perdebatan panjang terjadi, sehingga kami bersama Sekda Rustam Efendi, BPBD Akris mengambil kesimpulan warga penyintas harus mendengar sendiri penjelasan dari pusat, karena mereka sudah tidak percaya dengan kami, ya jadi kita gunakan aplikasi zoom meeting biar puas, lokasinya dibagi beberapa titik pertama di huntara, DPRD, Kantor Bupati, dan Polres” kata Wakil ketua I DPRD Donggala Sahlan, Rabu 10 Oktober 2020.

Diberitakan sebelumnya ratusan warga penyintas melakukan aksi Selasa di kantor DPRD. Kedatangan warga itu mempertanyakan proses penyelesaian pembangunan huntap, dan dana stimulan.

“Kami juga mempertanyakan rekomendasi DPRD yang dikeluarkan DPRD pada saat aksi kami sebelumnya, sampai dimana itu rekomendasi yang dikirimkan ke pihak eksekutif terkait proses penyelesaian pembangunan huntap dan dana stimulant,” kata Korlap Fredy.

Tidak mendapat jawaban yang memuaskan ratusan penyintas itu kemudian membubarkan diri dan melanjutkan aksinya di Desa Loli Saluran. Pengunjuk rasa sempat menutup jalan poros Palu-Donggala. Setelah diwarnai perdebatan selama empat jam, aksi blokir jalan pun berakhir pada pukul 10 malam.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas