Home Palu

Warga Sekolah Diharap Cintai Lingkungan

50
Hj Farida Batjo. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • SMPN 1 Palu Menuju Adiwiyata Mandiri

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMP Negeri 1 Palu, Hj Farida Batjo, mengungkapkan, untuk meraih gelar Adiwiyata Mandiri sangat tidak mudah, karena konsep yang dimaksud dalam adiwiyata adalah mengubah kebiasaan diri seseorang.

“Jadi jangan berpikir bahwa meraih adiwiyata itu karena dilihat dari lingkungan sekolahnya bersih, kemudian tanamanya tertata rapi dan lainnya, bukan seperti itu. Tetapi yang paling utama konsepnya adalah dari kebiasaan, budaya, karakter warga sekolah mulai dari siswa, tenaga pendidik (guru), tenaga kependidikan, sampai kepala sekolah, serta masyarakat, diubah agar mencintai lingkungannya,” jelas Farida, di ruang kerjanya, Selasa, 6 Oktober 2020.

Selain itu kata Farida, di setiap pembelajaran perlu diselip yang namanya ilmu pengetahuan tentang adiwiyata.

“Olehnya itu diharapkan warga sekolah dapat mengubah karakter atau kebiasaannya untuk mencintai lingkungan, kemudian pola pikir perlu diubah dari hal yang tidak baik menjadi baik, misalnya tidak suka membuang sampah sembarangan, melihat yang kotor dibersihkan, semua ini yang perlu dibiasakan, jika cinta lingkungan itu dapat terwujud,” katanya.

Farida mengatakan, saat ini pelajaran tentang adiwiyata telah tertuang dalam RPP. Olehnya itu guru diharap perlu memanfaatkannya, sehingga para siswa mengetahui bahwa adiwiyata itu penting.

“Untuk menuju Adiwiyata Mandiri tentunya harus mempunyai sekolah binaan, maka kami membina SMPN 15 Palu yang menuju ke tingkat nasional, kemudian SMPN 6 menuju tingkat provinsi, serta SDN 25 menuju tingkat provinsi, beberapa sekolah ini kami sedang bina,” ujarnya.

Sebelumnya kata Farida, SMPN 1 Palu sudah membina tiga sekolah itu secara virtual bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu dan Provinsi.

“Beberapa program kami sampaikan kepada beberapa sekolah binaan itu di masa pandemi ini, salah satunya adalah kami mengajarkan peserta didik membuat kompos dari dedaunan, bahan makanan, serta lainnya, bahkan pembuatan kompos ini di video oleh siswa dari rumah, dan ini menjadi salah satu penilaian sekolah,” jelasnya.

Bahkan kata Farida, karena saat ini lagi musim bunga, beberapa kompos hasil karya siswa bisa digunakan untuk menanam bunga.

“Kami berharap para siswa di masa pandemi ini tetap jaga kesehatan, jangan terlalu cemas, selama kita mengikuti protokol kesehatan Insyaallah pandemi Covid-19 akan terhindar, salah satu pembelajaran besar yang kita ambil adalah ketika kita mentaati aturan maka kebiasan-kebiasan yang tidak baik itu dengan sendirinya akan teratur, tetap semangat belajar di rumah,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas