Home Sulteng

Pelaku Pariwisata Harus Terapkan Prokes

36
SAMBUTAN - Kadispar Sulteng, I Nyoman Sriadijaya, saat menyampaikan sambutan di kegiatan Bimtek Adaptasi Kebiasaan Baru dan Pengembangan Potensi Produk Pariwisata, di salah satu Hotel di Palu, Selasa, 6 Oktober 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, menggelar Bimbingan Teknis Adaptasi Kebiasaan Baru dan Pengembangan Potensi Produk Pariwisata, di salah satu Hotel di Palu, Selasa, 6 Oktober 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, I Nyoman Sriadijaya, mengungkapkan, tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 selama ini membawa pengaruh signifikan terhadap sektor perekonomian, termasuk sektor pariwisata.

“Kondisi tersebut pada akhirnya membawa pemerintah Indonesia untuk menerapkan kebijakan adaptasi kebiasaan baru, sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali secara produktif, namun tetap menerapkan langkah pencegahan Covid-19,” kata I Nyoman.

Menurut I Nyoman, saat ini Indonesia memasuki priode pelaksanaan protokol adaptasi kebiasaan baru, kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat yang harus terus menerus dilakukan oleh masyarakat, sehingga bisa menjadi norma sosial dan norma individu yang dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk menjalankan adaptasi kebiasaan baru di masa wabah Covid-19 ini, berbagai panduan protokol kesehatan telah disiapkan, sehingga masyarakat diharapkan dapat berperan aktif menerapkannya untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Kata I Nyoman, adaptasi terhadap kebiasaan baru dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yakni rutin cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, jaga jarak, menghindari keramaian, menjaga daya tahan tubuh dengan olahraga teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru diharapkan pelaku pariwisata dapat meningkatkan potensi produk pariwisata melalui pengemasan secara optimal, dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” katanya.

I Nyoman mengatakan, pengembangan produk pariwisata yang sesuai  dengan kebutuhan dan keinginan pengunjung perlu mengutamakan aspek bersih, indah, sehat, dan aman dalam setiap kemasannya.

“Pengembangan produk wisata yang disempurnakan dengan adanya komitmen menerapkan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19 diharapkan dapat mendukung kegiatan pariwisata serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya di Sulteng,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf RI, Reza Rahmana Kaloka, mengungkapkan, Kota Palu provinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi pariwisata dan keunikan serta ciri khas tersendiri, mulai dari Pantai Talise, Museum Negeri Provinsi Sulteng, hingga kuliner Kaledo, dan potensi pariwisata lain yang jika dikembangkan bersama tentunya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Namun tahun ini di mana munculnya Covid-19, pariwisata secara global mendapat ujian berat, pandemi tersebut mempengaruhi pola perjalanan manusia yang berakibat buruk terhadap perkembangan pariwisata,” katanya.

Olehnya itu, kata dia, kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung masyarakat agar mampu berperan dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas