Home Palu

Maba Pelaku Bully Tambah Jadi 20 Orang

51
Dr Ir Sagaf MP. (Foto: Ist)
  • Komdis Untad Belum Keluarkan Rekomendasi

Palu, Metrosulawesi.id – Sidang mendengar keterangan terduga pelaku bully atau perundungan oleh sejumlah mahasiswa baru (maba) angkatan 2020 Universitas Tadulako (Untad) masih berlanjut. Wakil Rektor Untad Bidang Kemahasiswaan, Dr Sagaf, mengungkapkan maba terduga pelaku bully bertambah menjadi 20 orang.

“Sebelumnya ada 10 mahasiswa, tapi nambah lagi kemungkinan 10 orang, jadi sekitar 20-an,” ungkapnya kepada Metrosulawesi, Senin, 5 Oktober 2020.

Jumlah maba pelaku bully bertambah setelah dilakukan penelusuran oleh pihak universitas. Komisi Disiplin (Komdis) Untad kata Sagaf masih melanjutkan pemeriksaan terhadap maba lainnya.

“Belum ada keluar rekomendasi dari Komdis Untad, kami masih menunggu,” pungkas Sagaf.

Ketua Komdis Untad, Drs Abd Kadir Patta M.Si, membenarkan maba terduga pelaku bully bertambah. Dia mengatakan dari sekitar 20 orang yang terdata, sudah 16 orang yang disidang mendengar keterangan.

“Ada juga yang hanya pakai akun tapi tidak ada identitas, makanya hanya sekitar 20 orang,” ucapnya.

Komdis dikatakan berupaya cepat menuntaskan pemeriksaan terhadap maba lainnya agar bisa mengeluarkan rekomendasi. Itu karena Komdis disebut hanya mengeluarkan rekomendasi satu kali. Olehnya saat ini Komdis menunggu kehadiran maba lainnya untuk menjalani pemeriksaan.

“Tinggal kehadiran mahasiswa karena kita (Komdis) hanya mengeluarkan rekomendasi satu kali,” tandas Kadir.

Nantinya rekomendasi yang akan dibuat setelah mendengar keterangan maba pelaku bully antara tiga kategori yaitu pelanggaran ringan, sedang, dan berat. Jika keputusan pelanggaran kategori ringan, Komdis akan merekomendasikan Rektor mengeluarkan surat peringatan.

Selanjutnya jika keputusan pelanggaran kategori sedang, Rektor akan direkomendasikan memberikan skorsing untuk jangka waktu tertentu. Sementara jika keputusan pelanggaran kategori berat, Rektor akan direkomendasikan mengeluarkan mahasiswa yang bersangkutan dari Universitas Tadulako. Namun demikian, keputusan akhir berada di Rektor Untad, Prof Dr Mahfudz MP. Seperti diketahui, sejumlah maba angkatan 2020 Untad melakukan bully atau perundungan di kolom komentar akun Youtube Universitas Tadulako saat pembukaan PKKMB secara live streaming pada Senin, 21 September 2020.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas