WAWANCARA - Kapolres Donggala AKBP Wawan Sunarwirawan SIP. MT (kanan) didampingi Kasat Narkoba wawancara dengan wartawan, Jumat (2/10/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Polres Donggala menangkap seorang pria inisial N, warga asal kabupaten sebelah selatan wilayah Donggala. Saat itu, tersangka membawa sabu dan menggunakan kendaraan dinas pejabat. Tersangka N ditangkap 9 September 2020 silam. Namun baru diungkapkan ke media pada Jumat 2 Oktober 2020.

Kapolres Donggala AKBP Wawan Sunarwirawan menegaskan pihaknya tidak akan main-main dalam penegakan hukum, apalagi jika persoalan narkoba.

“Kami tidak main-main di penegakan hukum apalagi jika narkoba. N warga yang tertangkap menggunakan mobil dinas pejabat sudah kami tahan di Polres, hanya saja mobil dinas itu tidak bisa disita, karena berdasarkan Undang-undang nomor I tahun 2004 tentang perbendaharaan negara, pasal 50 (c) pihak manapun dilarang melakukan penyitaan terhadap barang bergerak milik negara/daerah baik yang berada pada instansi pemerintah/pada pihak ketiga, tetapi mobil dinas itu tetap sewaktu-waktu bisa dihadirkan oleh penuntut di persidangan. Selain itu berkas perkara N juga melampirkan foto atau dokumentasi mobil dinas yang digunakan,” kata Kapolres di kantornya, Jumat (2/10/2020).

Ditambahkannya, N merupakan seorang tenaga honorer yang ditangkap pada 9 September di Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa. N membeli barang haram itu dari Kota Palu. Dari hasil penangkapan ditemukan sabu seberat 0,56 gram, serta mobil dinas yang digunakan.

“N melanggar Undang-Undang Nomor 35 tahun 2004 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun dengan denda paling sedikit 800 juta, paling banyak 8 miliar,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas