Home Senggang

Puisi Buat Ibu

63
Chaerul Anam. (Foto: Dok)

Oleh: Chaerul Anam

kutuliskan puisi
pagi ini
untukmu
Ibu

aku tiba tiba ingin nulis puisi untukmu
hatiku tiba tiba rindu padamu
saat dingin pagi menyelimutiku
kulantunkan al fatihah buatmu
ada bulir bulir air mata mengalir dipipiku
kehangatannya kalahkan dingin pagi ini

ibuku…
yang telah berbaring di keabadian
ibu telah melahirkan
kami anak anakmu
ibu telah berjuang
untuk kehidupan kami

engkau telah mewariskan
pada kami: anak anakmu
bukan sawah berhektar hektar
bukan juga kebun yang luas
bukan deposito berjuta juta isinya
bukan harta benda lainnya
tetapi SEMANGAT
untuk tidak lelah sekolah
untuk tidak bosan menuntut ilmu
karena menurutmu Ibu
pengetahuan tidak terlalap api
pengetahuan tidak tergerus zaman
pengetahuan memelihara pemiliknya

puisi ini
nanda tulis
pagi ini
sebagai doa
agar engkau tenang
di jannahnya Allah SWT
berbaring tersenyum
melihat anak anakmu
yang tidak pernah PADAM
API SEMANGATNYA
menuntu ILMU PENGETAHUAN
sebagai WARISAN paling berharga
darimu, ibuku…

Palu, Ahad, 27 September 2020


Hari Ini

Oleh: Chaerul Anam

hari ini
dua tahun lalu
hanya dalam hitungan
sekian menit
bumi Tanah Kaili
tempat kami berpijak

hancur oleh
guncangan gempa

porak poranda oleh
hempasan tsunami

lebur oleh
goyangan liquifaksi

semua manusia
tak berdaya

sekuat apapun dia
sepintar apapun dia
sekuasa apapun dia

semua mencari pegangan
pada tangkai kekuasaan-Mu
semua berteriak sekuatnya
sebutkan nama-Mu
semua mencari pijakan
pada fondasi kasih sayang-Mu

hari ini
dua tahun lalu
Engkau tunjukkan
Kemahakuasa-Mu atas segalanya
dan… betapa…
manusia tidak lebih besar
dari biji zarra

hari ini
dua tahun lalu
kami mohon ampunan-Mu
atas segala khilaf
atas segala dosa kami

Palu, 28 September 2020

Chaerul Anam adalah Dosen Jurusan IESP FEB UNTAD, Aktif mempublikasikan tulisan tulisannya baik di Jurnal Ilmiah, Artikel Populer, maupun puisi puisinya di berbagai media.

Ayo tulis komentar cerdas