Home Hukum & Kriminal

Polda Sulteng Usut Dugaan Penambangan Ilegal USA

55
Ilustrasi penambangan batuan. (Foto: Istimewa)
  • BAP Warga – Aparat Kelurahan Watusampu dan Tinjau Lokasi

Palu, Metrosulawesi.id Dugaan melakukan penambangan batuan di luar Izin Usaha Penambangan (IUP) yang dilakukan PT Utama Sirtu Abadi (USA), di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, ternyata tengah ditangani pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Tim Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sulteng,  saat ini tengah menyelidiki dugaan praktik illegal yang dilakukan PT USA yakni mengambil material batuan di areal hutan lindung.

Penyelidikan yang dilakukan tim Direkrimsus Polda Sulteng, yakni meminta keterangan sejumlah saksi-saksi, baik dari warga setempat maupun pihak panambang.

‘’Iya benar, tim Direkrimsus sudah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Dan sudah beberapa dimintai keterangan sebagai saksi,’’ ujar petugas di Polda Sulteng kepada Metrosulawesi.id.

Diungkapkan petugas Polda Sulteng, selain  warga dimintai keterangan, tim Direskrimsus Polda Sulteng, juga meminta keterangan aparat Pemerintahan Kelurahan Watusampu.

‘’Tidak saja warga, sejumlah aparat Kelurahan Watusampu sudah dimintai keterangannya oleh petugas,’’ ungkapnya.

Soal pemeriksaan warga sebagai saksi atas dugaan penambangan illegal di areal hutan lindung ini, dibenarkan salah satu warga Kelurahan Watusampu.

‘’Saya sudah dimintai keterangan oleh petugas dari Polda Sulteng dengan di BAP,’’ ujar Agus kepada Metrosulawesi.id.

Ilustrasi areal hutan lindung. (Foto: Istimewa)

Dijelaskan  Agus, selain dirinya di BAP, pihak Kelurahan Watusampu juga dimintai keterangan. 

‘’Kami di BAP Senin akhir September lalu,’’ jelasnya.

Selain dimintai keterangan, Agus juga menambahkan, dirinya bersama petugas mendatangi lokasi penambangan di luar IUP pihak USA yang merupakan areal hutan lindung. Sayangnya, saat petugas tiba di lokasi, sejumlah alat berat yang melakukan aktifitas penambangan batuan sudah tidak ada. Namun, sisa-sisa operasional pengambilan material masih terlihat jelas

‘’Mungkin, kasus ini mncuat di media, pihak pngelola langsung mnurunkan alat-alatnya dari lokasi,’’ jelas Agus sembari menambahkan tim Direskrimsus Polda Sulteng sudah menerima dokumentasi baik foto maupun visual aktifitas penambangan USA di areal hutan lindung tersebut.

Menariknya  sumber  Metrosuawesi.id di Polda Sulteng, menyebutkan, selain penyidikan aktifitas penambangan di luar IUP terhadap  pegelola USA, pihak Propam Polda Sulteng turun dalam penyelidikan.

‘’Siapa pun aparat yang terlibat yang ikut ‘Main Mata’ di dalamnya akan ditndak tegas,. Ini perintah dri pimpinan kami untuk mengusut dugaan adanya keterlibatan aparat,’’ tukas petugas Propam Polda Sulteng saat Metrosulawesi.id, meminta keterangan seputar dugaan adanya keterlibatan aparat.

Seperti diwartakan sebelumnya,   aktifitas perusahaan tambang, PT Utama Sirtu Abadi (USA) yang berlokasi di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, mendapat sorotan dari masyarakat dan usaha penambangan batuan yang ada di pesisir Teluk Palu.

Sorotan aktifitas penambangan yang dilakukan USA, diduga kuat mengolah produksi dengan mengambil material  di luar izin usaha (IUP) yang dikantonginya. Bahkan, pengambilan material untuk dijual dan diproduksi merupakan areal hutan lindung.

Ilustrasi penambangan batuan. (Foto: Istimewa)

Diungkapkannya. pengambilan batu gajah saat ini, bukan diambil dari areal izin yang ada. Tapi pengambilannya di luar dari izin areal usahanya. Material yang diambil, kata warga,  selain langsung dimuat ke ponton, ternyata material juga dipakai buat produksi untuk crusher utama beton atau IUP USA.

Ditambahkan pula, aktifitas yang dinilai melanggar ini, warga sempat melakukan protes kepada pengelola USA. Namun, keberatan warga tersebut tidak ditanggapi. Dan terus melakukan aktifitas di luar areal izinnya.

Tidak ditanggapinya protes terkait aktifitas diluar izin yang dilakukan USA, membuat warga heran. Bahkan, sejumlah penambang legal pun sempat mempertanyakan pihak-pihak yang berwenang baik dari pemerintah maupun aparat keamanan.

Tetap menlakukan aktifitas di luar areal isin dilakukan pihak pengelola, diduga kuat lantaran ‘main mata’  atau dekat dengan oknum petinggi di kepolisian.

Sementara pihak USA, melalui Human Resource Departement (HRD) USA, Ida, memberikan klarifikasi terkait tudingan  aktifitas USA adalah fitnah yang merusak citra aparat pemerintah dan keamanan, tuduhan yang tidak mendasar tentunya adalah hoax  yang bertentangan dengan hukum dan dapat dijerat

‘’Siapa saja yang menduga adanya main mata kami dengan  pentinggi pemerintah dan aparat keamanan, harus mendasar dan dapat menunjukan bukti karena jika tidak maka ini perbuatan keji kepada aparat kita,’’ujar Ida.

Terkait dengan masalah keberadaan aktifitas perusahaan  di luar hutan lindung, Ida mempersilahkan kepada pihak yang menuding untuk menanyakan ke pihak yang berwenang.

Diakui Ida, masih dalam release taggapannya, menyebutkan sejauh ini warga senang dengan kami, karena sebagian dari warga Watusampu juga terlibat bersama perusahaan. (*/is/edy)

Ayo tulis komentar cerdas