Home Palu

Warga Hadiahi Aristan-Wahyuddin Sarung Harapan

25
HADIAH SARUNG - Calon Wali Kota Palu, Aristan mendapat hadiah sarung dari warga yang menghuni hunian sementara (huntara), Senin 28 September 2020.
  • Pasangan Cawakot Palu Silaturahmi ke Warga di Huntara

Palu, Metrosulawesi.id – Pasangan calon wali Kota (Cawakot) Palu Aristan-Muhammad Wahyuddin memperingati 2 tahun bencana alam 28 September 2018 dengan bersilaturahmi bersama warga di hunian sementara (Huntara) pacuan kuda di Kelurahan Panau, Kecamatan Tavaili, Kota Palu.

Ada yang menarik dari kunjungan pasangan wali kota-wakil wali kota nomor urut 01 itu. Saat bersua para penyintas di sana, pasangn calon pemimpin Kota Palu itu diberi sarung bekas oleh warga.

Kedatangan Aristan dan Muhammad Wahyuddin disambut suka cita oleh warga yang mendiami huntara, warga tidak bisa menyembunyikan kesedihannya saat Aristan dan Muhammad Wahyuddin menyapa mereka ke bilik-bilik huntara.

Fadilah salah satunya. Fadilah merupakan korban selamat dari terjangan tsunami pantai Panau Tavaili 28 September 2018 silam. Ketika bilik huntaranya dikunjungi Aristan-Wahyuddin, Fadillah meneteskan air mata.

“Saya bahagia, itu sebabnya saya menangis. Karena saya bisa kembali bertemu Aristan di sini, ujar Fadilah,” Senin 28 September 2020 petang.

Lanjut Fadilah, Aristan sudah sejak awal menunjukkan kepeduliannya terhadap penyintas di huntara tersebut.

“Sampai dengan dua tahun bencana dia terus datang dan berikan semangat kepada kami semua,” ucapnya dengan linangan air mata.

Sebagai bentuk kepercayaan dan kebahagian mereka terhadap Pasangan Aristan dan Muhammad Wahyuddin, Ibu Fadilah dan salah seorang warga lainnya memberikan sarung bekas kepada Aristan dan Muhammad Wahyuddin.

Sarung itu, kata Fadilah, sebagai bentuk harapan dan kepercayaan penyintas kepada Aristan dan Muhammad Wahyuddin.

“Ini simbol dari kegelisahan dan harapan kami kepada Aristan dan Muhammad Wahyuddin,” katanya.

“Kami berharap, jika terpilih Aristan-Wahyuddin bisa menyelesaikan penderitaan kami dan semua warga yang masih mendiami hunian sementara seperti kami, sampai saat ini kami belum mendapatkan kepastian soal hunian tetap,” ucapnya.

Sementara bagi pasangan Aristan dan Muhammad Wahyuddin, pemberian sarung tersebut adalah amanah besar bagi mereka.

“Masih banyak yang harus diselesaikan oleh pemerintah kita terkait korban bencana 28 September, ini harus diselesaikan secara serius. Sarung yang diberikan kepada kami berdua adalah bentuk kepercayaan mereka terhadap kami berdua, insya Allah kami akan prioritaskan warga kita yang masih mendiami semua huntara di Kota Palu ini,” jelas Aristan.

Setelah diberikan sepasang sarung, pasangan Aristan dan Muhammad Wahyuddin kembali mendatangi setiap bilik-bilik hunian sementara di Kelurahan Panau itu.

Ia berharap, jika mendapatkan kepercayaan memimpin Kota Palu kedepan, masalah-masalah para penyintas bisa segera terselesaikan.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas