Home Banggai Kepulauan

Dua Cawabup Bangkep Paparkan Visi Misi

21

BANGKEP, Metrosulawesi.id – Dua calon Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, Nurdin Laganja dan Salim J. Tanasa, menjalani tahapan pemaparan visi misi Bupati dalam rapat paripurna DPRD Bangkep, Selasa (29/9/2020).

Pada proses pemaparan visi misi itu, kedua cawabup mengajukan tawaran konsepsi strategis yang perlu dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala pembangunan di Kabupaten Bangkep, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan tentu berlandaskan pada peraturan perundang-undangan yang ada.

Di awal pemaparannya, Nurdin menyampaikan dua aspek permasalahan strategis yang ada di Bangkep, yakni Aspek Makro dan Mikro. Pada aspek makro, dijelaskan  rendahnya penhasilan masyarakat dan tumbuhnya angka pengangguran disebabkan, belum berputarnya roda perekonomian daerah sehingga menyulitkan pembentukan nilai tambah.

Pada aspek Mikro, diuraikan Nurdin,  melihat kualitas dan kuantitas moda transportasi belum memadai, jaringan internet 4G masih terbatas, kemampuan dana pembangunan masih rendah, dan data potensi sumber daya alam yang belum akurat dan lengkap.

Jika mendapat kepercayaan menduduki kursi Wabup Bangkep, Nurdin berkehendak menjadikan Bangkep sebagai daerah yang lebih maju dengan menyasar beberapa bidang. Diantaranya, Sumber Daya Manusia, kesehatan masyarakat, ketercukupan energi dengan pemanfaatan sumber daya alam.

Selanjutnya, perdangan dan industri perikanan dan kelautan, promosi pariwisata alam, moda transportasi, penyuluhan dan penyediaan sarana pertanian, dan kebudayaan dengan melestarikan situs bernilai budaya.

Selain berencana akan meningkatkan hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pemerintah pusat, Nurdin juga akan membonceng pihak swasta untuk mendorong percepatan pelaksanaan visi misi berdasarkan RPJMD.

Sementara itu, Cawabup nomor urut dua, Salim J. Tanasa dalam pemaparannya juga membawa visi misi yang sama. Namun Salim lebih mengedepankan percepatan. Sebab menurut dia, sisa masa jabatan tidak begitu waktu lama.

Salim menguraikan percepatan visi misi itu ke dalam beberapa hal yang menurutnya sangat prioritas. Diantaranya, optimalisasi pengawasan dalam penetapan program kegiatan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Belanja daerah diprioritaskan untuk pencapaian visi misi RPJMD berdasarkan kondisi proyeksi beban fiskal dengan pengelolaan belanja daerah perlu diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Diantaranya, air bersih, pendidikan, kesehatan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, minimalisasi pengangguran, dan penyediaan infrastruktur publik.

Pengelolaan belanja daerah harus mempertimbangkan analisis standar satuan harga yang akurat, indikator kinerja yang riil, terukur, dan memenuhi standar pelayanan minimal. Sedangkan belanja tidak langsung diupayakan lebih efisien, efektif, serta akuntabel untuk meningkatkan pelayanan publik.(*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas