Home Palu

1 Oktober Pemkot Lakukan Penegakan Disiplin Prokes

29
RAPAT - Jajaran Pemerintah Kota Palu saat menggelar Rapat Evaluasi Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 sekaligus doa bersama bagi para korban bencana 28 September 2020 di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Senin malam, 28 September 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf. Bj)

Palu, Metrosulawesi.id – Menyikapi kenaikan drastis kasus positif Covid-19 di Palu, Pemerintah Kota Palu menggelar Rapat Evaluasi Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 sekaligus doa bersama bagi para korban bencana 28 September 2020 di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Senin malam, 28 September 2020. Rapat ini dipimpin langsung oeh Plt. Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said dan dihadiri sejumlah Kepala OPD terkait lingkup Pemerintahan Kota Palu.

“1 Oktober ini kami tetapkan untuk menerapkan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) di tengah masyarakat Kota Palu. Saya kira kita sepakat bahwa hal ini memerlukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Saya rasa tidak adil juga tanggal 1 Oktober langsung diterapkan penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 berupa sanksi, sementara sebelumnya kita belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pasti ada kebijakan-kebijakan di lapangan yang bisa kita lakukan,” kata Sigit.

Sigit pun meminta Dinas Kominfo Kota Palu untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 itu kepada masyarakat.

“Saat saya mengikuti rapat bersama Gubernur soal peningkatan Covid-19 di Sulteng ini, Pak Danrem dan Pak Kapolda sangat tegas mengatakan sedapat mungkin dilakukan penegakan disiplin berupa sanksi agar ada efek jera,” katanya.

“Saya pun pada rapat itu tidak menyanggah, namun hal itu tergantung kita teknis di lapangannya seperti apa, karena kita harus melakuka sosialisasi terlebih dulu. Saya cuma ingin masyarakat tetap nyaman beraktivitas namun tidak mengesampingkan apa yang kita telah tetapkan dalam maslaah penerrapan protokol kesehatan ini,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Kota Palu, Asri, SH, dalam rapat tersebut. Menurutnya, seluruh OPD terkait harus memaksimalkan sosialisasi soal penegakan disiplin protokol kesehatan itu kepada masyarakat.

“Waktu kita tinggal dua hari, tolong maksimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, supaya tanggal 1 Oktober nanti masyarakat sudah patuh di prokes, tidak ada lagi masyarakat yang berani tidak memakai masker ketika keluar rumah,” kata Asri.

Asri juga mengaakan bahwa harus ada pembatasan bagi warga yang melakukan perkumpulan. ‘Jadi rekomendasi yang dikelaurkan oleh Satgas Covid-19 Kota Palu harus tegas soal pembatasan orang yang melakukan kumpul-kumpul. Apakah penyelenggara acara mampu menyediakan fasiltas prokes Covid-19, tempat cuci tangan, masker. Karena banyaknya kumpul-kumpul yang tidak mematuhi protokol kesehatan ini juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus positif di Kota Palu,” tegasnya.

Asri mengatakan, pengaktifan atau pembentukan ulang Satgas Covid-19 mulai tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW juga penting untuk segera dilakukan.

“Satgas ini yang nantinya  akan memantau warga yang melakukan isolasi mandiri, membantu kerja-kerja Satgas Covid-19 tingkat Kota Palu. Libatkan juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam satgas ini. Secepatnya Lurah dan Camat untuk diberitahukan terkait hal ini,” kata Asri.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas