Home Palu

Ida: USA Tidak Pernah Melawan Hukum dan Sesuai UU Yang Berlaku

39
Ilustrasi aktifitas pembuatan material ke tongkang. (foto: ist)

PALU Metrosulwesi.id – Terkait pemberitaan di Metrosuawesi.id mengenai “Diduga ‘Main Mata’ Pengelola USA Ambil Material di Luar IUP’’ pihak pengelola yakni PT Utama Sirtu Abadi (USA), angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait pemberitan tersebut.

            Melalui Human Resource Departement (HRD) USA, Ida, dalam hak jawab yang ditrima Metosulawesi,id, menegaskan  pemberitaan dengan judul “diduga ‘main mata’ pengelola USA ambil material di luar IUP sangat merugikan kami, selama ini, kami  tidak pernah melakukan  tindakan  melawan hukum. Semua usaha yang kami lakukan semua sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku,

Tuduhan main mata dengan aparat, tulis Ida,  adalah fitnah yang merusak citra aparat pemerintah dan keamanan, tuduhan yang tidak mendasar tentunya adalah hoax  yang bertentangan dengan hukum dan dapat dijerat

‘’Siapa saja yang menduga adanya main mata kami dengan  pentinggi pemerintah dan aparat keamanan, harus mendasar dan dapat menunjukan bukti karena jika tidak maka ini perbuatan keji kepada aparat kita,’’ujar Ida.

Terkait dengan masalah keberadaan aktifitas perusahaan  di luar hutan lindung, Ida mempersilahkan kepada pihak yang menuding untuk menanyakan ke pihak yang berwenang.

Diakui Ida, masih dalam release taggapannya, menyebutkan sejauh ini warga senang dengan kami, karena sebagian dari warga Watusampu juga terlibat bersama perusahaan.

Seperti diberitakan,  aktifitas perusahaan tambang, PT Utama Sirtu Abadi (USA) yang berlokasi di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, mendapat sorotan dari masyarakat dan usaha penambangan batuan yang ada di pesisir Teluk Palu.

            Sorotan aktifitas penambangan yang dilakukan USA, diduga kuat mengolah produksi dengan mengambil material  di luar izin usaha (IUP) yang dikantonginya. Bahkan, pengambilan material untuk dijual dan diproduksi merupakan areal hutan lindung.

            Ditambahkan pula, aktifitas yang dinilai melanggar ini, warga sempat melakukan protes kepada pengelola USA. Namun, keberatan warga tersebut tidak ditanggapi. Dan terus melakukan aktifitas di luar areal izinnya.

            Tiak digubrisnya protes warga  terkait aktifitas di luar izin yang dilakukan USA, membuat warga heran. Bahkan, sejumlah penambang legal pun sempat mempertanyakan pihak-pihak yang berwenang baik dari pemerintah maupun aparat keamanan.

            Tetap melakukan aktifitas di luar areal izin dilakukan pihak pengelola, diduga kuat lantaran ‘main mata’  atau dekat dengan oknum petinggi di kepolisian.

            ‘’Pengelola merasa hebat dan tidak takut lantaran ada yang membekeingi dari petinggi-petinggi baik dari pemerintah maupun pihak aparat keamanan,’’ ujar warga sembari memperlihatkan dokumentasi aktifitas yang dilakukan pengelola USA.(*/is)

Ayo tulis komentar cerdas