Home Palu

Diduga ‘Main Mata’ Pengelola USA Ambil Material di Luar IUP

72
Pengambilan material yang diduga di luar izin usaha pengelola USA. (foto: ist)

PALU, Metrosulawesi.id – Aktifitas perusahaan tambang, PT Utama Sirtu Abadi (USA) yang berlokasi di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, mendapat sorotan dari masyarakat dan usaha penambangan batuan yang ada di pesisir Teluk Palu.

            Sorotan aktifitas penambangan yang dilakukan USA, diduga kuat mengolah produksi dengan mengambil material  di luar izin usaha (IUP) yang dikantonginya. Bahkan, pengambilan material untuk dijual dan diproduksi merupakan areal hutan lindung.

            ‘’Pengambilan materialnya ada satu kilometer lebih dari areal izin mereka. Dan itu dilakukan sudah lama,’’ ujar salah satu warga kepada Metrosulawesi.id.

            Diungkapkannya. pengambilan batu gajah saat ini, bukan diambil dari areal izin yang ada. Tapi pengambilannya di luar dari izin areal usahanya.

Material yang diambil, kata warga,  selain langsung dimuat ke ponton, ternyata material juga dipakai buat produksi untuk crusher utama beton atau IUP USA.

            ‘’Silahkan liat sendiri, pengambilan batu gajah maupun material lainnya di areal hutan lindung. Pengambilannya juga menggunakan alat-alat berat,’’ ungkapnya.

            Ditambahkan pula, aktifitas yang dinilai melanggar ini, warga sempat melakukan protes kepada pengelola USA. Namun, keberatan warga tersebut tidak ditanggapi. Dan terus melakukan aktifitas di luar areal izinnya.

            Tidak ditanggapinya protes terkait aktifitas diluar izin yang dilakukan USA, membuat warga heran. Bahkan, sejumlah penambang legal pun sempat mempertanyakan pihak-pihak yang berwenang baik dari pemerintah maupun aparat keamanan.

            Tetap menlakukan aktifitas di luar areal isin dilakukan pihak pengelola, diduga kuat lantaran ‘main mata’  atau dekat dengan oknum petinggi di kepolisian.

            ‘’Pengelola merasa hebat dan tidak takut lantaran ada yang membekeingi dari petinggi-petinggi baik dari pemerintah maupun pihak aparat keamanan,’’ ujar warga sembari memperlihatkan dokumentasi aktifitas yang dilakukan pengelola USA.

Pemuatan material batuan ke tongkang Maju Berkah di lokasi tembang batuan USA di Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. (foto: ist)

            Sementara itu, sumbner Metrosulawesi.id yang mengelola penambangan batuan, menuturkan,   terkait aktifitas pengelola penambangan yang disoroti warga, sebaiknya pihak pihak terkait harus segera menyetop kegiatan illegal tersebut.

            Misalnya dari  Dinas ESDM, karena  bekerja di luar IUP USA. Jety yang dipakai pengelola tersebut sementara material diambil dari tambang yang belum jelas izinya.   Pihak Dispenda yang mengeluarkan SKPD, pihak KSOP yang memberangkatkan kapal yang memuat material batuan serta pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Sulteng selaku penegak hukumnya,

            Sementara itu,  Pelaksana tugas (Plt)  Kepala Dinas Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulteng, Bunga Elim Somba yang dihubungi Metrosulawesi.id  (16/9/2020), mengaku belum mendengar dan menerima laporan terkait aktivitas PT Utama Sirtu Abadi di Watusampu yang sudah melewati batas operasinya.

”Saya belum mendengar. Belum ada laporan yang masuk,” kata Asisten II Setdaprov Sulteng itu.

Menurutnya bila ada laporan terkait akrivitas PT Utama Sirtu Abadi, pihaknya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. ”Kalau ada laporan kita akan tindak lanjut, akan dicek dulu apakah ada izinya. Kalau melewati batas kita punya kewajiban untuk melakukan penertiban,” kata Elim.(*/is/ril)

Ayo tulis komentar cerdas