Home Hukum & Kriminal

SS Wakil Ketua II DPRD Parimo Tersangka

46
Kejari Parimo, Muhammad Fahrorozi memberikan penjelasan pada konferensi pers Konfrensi Pers terkait kasus korupsi di DKP Parimo Tahun 2012. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)
  • Terkait Penyimpangan pada Pengelolaan Aset di DKP Parimo Tahun Anggaran 2012

Parimo, Metrosulawesi.id Penyidik Kejaksaan Negeri Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah,  menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan penyimpangan pada Pengelolaan Aset di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Parimo tahun 2012.

SS yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Parimo ini, ditetapkan sebagai tersanga lantaran diduga kuat turut dalam perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangan terkait pengelolaan aset di DKP Parimo.

‘’Dalam pengembangan kasus tersebut, penyidik telah menemukan bukti yang cukup dengan adanya pihak yang lain yang patut diduga ikut turut dalam perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan kewenangan terkait pengelolaan Aset pada Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong tahun 2012 silam, dengan kerugian Negara sebesar Rp. 2 Miliar lebih,” ujar Kepala Kejari Parimo Muhammad Fahrorozi, pada konferensi pers di ruang Rapat Kejari, Rabu (23/9/2020) sore.

Dijelaskan Muhammad Fahrorozi, SS ditetapkan tersangka saat yang bersangkutan menjadi Ketua Koperasi Tasi Buke Katuvu. Jadi penanganan kasus yang tengah berlangsung terkait pengelolaan aset di DKP Parimo adalah murni dari pengungkapan fakta-fakta hukum.

‘Saya tegaskan untuk menjawab klaim dari kelompok tertentu yang merasa turut andil dalam penanganan perkara ini,  sekaligus mempertegas bahwa penanganan perkara ini, tidak ada hubungannya dengan konstalasi politik saat ini,” tegas Kejari. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas