Home Palu

Sitaan BPOM Tembus Rp102 Juta

35
OBAT ILEGAL - Kepala BPOM di Palu, Fauzi Ferdiansyah (tengah), didampingi jajaran dan perwakilan PPNS Polda Sulteng, menunjukkan obat dan kosmetik sitaan kepada awak media, Rabu, 23 September 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Hasil Penindakan dari Sigi dan Banggai

Palu, Metrosulawesi.id – Berbagai merek obat dan kosmetik kembali disita oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu bersama BPOM Loka Banggai dan PPNS Polda Sulteng. Tak tanggung-tanggung, total nilai sitaan obat dan kosmetik kali ini tembus Rp102 juta lebih.

Kepala BPOM di Palu, Fauzi Ferdiansyah, mengungkapkan obat dan kosmetik yang disita dari wilayah hukum Sigi dan Banggai. Dari Sigi berada di dua desa tepatnya di Desa Bahagia, Kecamatan Palolo dan Desa Malu, Kecamatan Dolo.

“Ini hasil penindakan pada 17-18 September 2020 di wilayah Sulawesi Tengah,” ungkap Fauzi kepada awak media di Kantornya, Rabu, 23 September 2020.

Dia merincikan dari Desa Bahagia Palolo, disita 115 item obat dan kosmetik dengan nilai Rp39 juta lebih. Obat dan kosmetik yang disita karena tidak memiliki izin edar dan sebagian tergolong obat keras yang tak bisa diperjualbelikan secara bebas.

Dari Desa Malu Dolo, disita 31 item kosmetik dengan jumlah 1.778 pcs senilai Rp42 juta lebih. Sementara dari Banggai, disita 11 item berupa obat tradisional yang tidak memiliki izin edar dengan nilai Rp20 juta lebih.
Dari hasil penyitaan tersebut telah ditetapkan satu tersangka pemilik toko di seputaran Jalan Sam Ratulangi Luwuk Banggai. Sementara untuk tersangka sitaan dari dua desa di Sigi sedang dalam penyidikan oleh BPOM bersama PPNS Polda Sulteng.

“Sedang dalam proses penyidikan, sudah ada yang mau kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Fauzi.

Peredaran obat dan kosmetik tanpa izin edar dikatakan melanggar Pasal 197 dan 198 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2019 Tentang Kesehatan. Fauzi mengatakan meski di tengah pandemi covid saat ini, pihaknya terus akan berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal.

BPOM Palu kata dia mengimbau pelaku usaha untuk terus menaati peraturan yang berlaku, khususnya terkait obat dan makanan. Masyarakat juga diharapkan agarlebih proaktif dalam memilih obat dan kosmetik.

“Terutama untuk pembelian secara online ingat selalu Cek Klik yaitu cek kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada label, pastikan memiliki izin edar, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa,” pungkas Fauzi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas