Home Palu

10 Maba Untad Pelaku Bully Disidang

32
Abd Kadir Patta. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Sepekan, Komdis Akan Keluarkan Rekomendasi ke Rektor

Palu, Metrosulawesi.id – Sebanyak 10 mahasiswa baru (maba) angkatan 2020 Universitas Tadulako (Untad) pelaku bully atau perundungan disidang hari ini, Kamis, 24 September. Sidang akan berlangsung di Sekretariat UPT Komisi Disiplin (Komdis) Untad, Gedung Eks Kopma.

Ketua Komdis Untad, Drs Abd Kadir Patta M.Si, mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada 10 maba tersebut. Pemanggilan untuk mendengar keterangan atas pelanggaran (bully) yang dilakukan.

“Saya sudah memanggil 10 orang itu untuk kami mintakan klarifikasi, bagaimana awalnya, dan apa latar belakangnya,” ungkap Kadir, Rabu, 23 September 2020.

Dia mengatakan proses mendengar keterangan harus dilalui sebagai tahapan untuk kemudian Komdis Untad bisa mengeluarkan rekomendasi. Persidangan mendengar keterangan 10 maba akan dilakukan secara tertutup. Dijadwalkan sidang akan berlangsung mulai pukul 10.00 WITA sampai selesai.

Nantinya, sidang akan dipimpin langsung oleh Ketua Komdis Untad bersama sekretaris dan anggota Komisi Disiplin. Prosesnya dimulai mendengar keterangan 10 maba, lanjut mendengar keterangan panitia, dan Tim IT Untad. Setelahnya akan dilakukan pleno secara internal oleh Komdis Untad.

“Jadi nanti setelah pleno itu baru kami keluarkan rekomendasi untuk diberikan kepada Rektor Untad. Kalau kami di Komisi Disiplin hanya mengeluarkan keputusan yang sifatnya rekomendasi,” ujar Kadir.

Kadir menarget dalam sepekan Komisi Disiplin Untad sudah mengeluarkan rekomendasi untuk kemudian ditindaklanjuti Rektor Prof Dr Mahfudz MP. Gambaran rekomendasi yang akan dikeluarkan Komdis yaitu pelanggaran kategori ringan, sedang, atau berat.

Keputusan rekomendasi akan dibuat setelah mendengar keterangan 10 mahasiswa baru pelaku bully. Jika keputusan pelanggaran kategori ringan, Komdis akan merekomendasikan Rektor mengeluarkan surat peringatan.

Selanjutnya jika keputusan pelanggaran kategori sedang, Rektor akan direkomendasikan memberikan skorsing untuk jangka waktu tertentu. Sementara jika keputusan pelanggaran kategori berat, Rektor akan direkomendasikan mengeluarkan mahasiswa yang bersangkutan dari Universitas Tadulako.

“Tapi keputusan akhir ada di pak Rektor, semuanya tergantung beliau karena kami sifatnya hanya mengeluarkan rekomendasi,” ucap Kadir.

Dia menambahkan jika dari antara 10 mahasiswa ada yang tidak hadir, Komdis akan kembali melayangkan surat panggilan. Jika tak kunjung diindahkan, Komdis akan berupaya melakukan komunikasi kepada orangtua/wali mahasiswa. Namun jika upaya tersebut tidak ada solusi, Komdis akan melakukan sidang tanpa kehadiran mahasiswa untuk mengeluarkan rekomendasi.

Adapun dari 10 maba yang terlibat pelaku bully, 6 diantaranya merupakan mahasiswa Fakultas Teknik dengan inisial MRM, DH, AAY, A, TK, dan ABM. Sisanya mahasiswa asal Fakutas Hukum inisial FFR, Fakultas Ekonomi inisial CAN, Fakultas Pertanian inisial AA, dan FISIP inisial R.

Sebagaimana diberitakan, 10 maba tersebut telah digugurkan kepesertaannya dalam PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) Untad tahun 2020. Itu karena 10 maba itu melakukan bully atau perundungan di kolom komentar akun Youtube Universitas Tadulako saat pembukaan PKKMB secara live streaming pada Senin, 21 September 2020.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas