Home Palu

Kota Palu, Donggala, Morowali Zona Merah

94
ALAT PELINDUNG - Seorang anak menggunakan alat pelindung wajah saat mengikuti shalat Idul Adha berjamaah di Lapangan Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 31 Juli 2020. (Antara Foto/ Mohamad Hamzah/ Pras)
  • Covid Melonjak, Pemprov Sanksi Pelanggar Prokes

Palu, Metrosulawesi.id – Jumlah positif Covid-19 di Sulteng Selasa 22 September 2020, bertambah sembilan orang. Sehingga total kasus di Sulteng mencapai 330 orang. Dengan penambahan ini mengakibatkan tiga daerah masuk zona merah.

“Tiga daerah, Kota Palu, Donggala dan Morowali masuk zona merah,” tulis Juru Bicara Pusdatina Covid-19 Sulteng, Moh Haris Kariming melalui pesan Whatsapp menjawab pertanyaan Metrosulawesi, Selasa 22 September 2020.

Berdasarkan data dari Pusdatina Covid-19 Sulteng, sembilan kasus baru itu berasal dari tiga daerah, yakni: Kota Palu empat, Donggala empat dan Buol satu (meninggal dunia).

Meski angka penambahannya naik, namun angka pasien yang sembuh juga bertambah. Hari Selasa, jumlah pasien yang sembuh sebanyak empat orang. Semuanya berasal dari Donggala. Dengan demikian total pasien yang sembuh sebanyak 238 orang. Sementara jumlah pasien yang meninggal mencapai 13 orang. Jumlah pasien yang dilaporkan meninggal kemarin, sebanyak satu orang dari Buol.

Melihat perkembangan trend kasus Covid-19 di Sulteng, Pemprov menerapkan sanksi kepada warga di seluruh kabupaten dan kota yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Sanksi administratif berupa teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial, larangan memasuki area dan denda administratif Rp50 ribu,” kata Gubernur Sulteng Longki Djanggola melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng selaku Juru Bicara Gubernur Sulteng Moh Haris Kariming di Palu, Selasa 22 September 2020.

Kerja sosial yang dimaksud, lanjutnya, yakni membersihkan fasilitas umum selama 60 menit. Sementara itu sanksi administrasi disetor ke kas daerah.

“Sanksi diberikan kepada warga yang melanggar protokol Covid-19, yaitu tidak menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutup hidung dan mulut hingga dagu, keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, tidak mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir, tidak membatasi interaksi fisik dan tidak meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Haris menyatakan sanksi administratif diberikan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) daerah provinsi setelah berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Daerah Sulteng dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

“Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Sulteng Nomor 32 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19,” ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Provinsi Sulteng, Senin (21/9), 320 orang terinfeksi Covid-19. Dari 320 orang itu, 233 orang dinyatakan sembuh, 12 orang meninggal dunia dan 75 orang saat ini menjalani isolasi secara mandiri dan di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat. (din/ant)

Ayo tulis komentar cerdas