Home Palu

Rektor Harap Unismuh Bebas Asap Rokok

46
Dr Rajindra. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr Rajindra, menegaskan di kampus Unismuh Palu harus bebas asap rokok. Sebab warga Unismuh Palu  merupakan masyarakat akademis yang mendidik sumber daya manusia, dimana ikut bertanggung jawab untuk terciptanya keadilan dan mutu sumber daya manusia dan bangsa.

“Merokok adalah hak setiap orang, tetapi pemanfaatan hak tersebut tidak boleh mengganggu hak mereka yang tidak merokok. Ruang-ruang tertutup yang digunakan bersama harus bebas dari asap rokok. Keadilan akan kembali tercipta jika asap rokok yang dinikmati para perokok tidak mengganggu mereka yang tidak merokok,” jelas Rajindra, di Palu, belum lama ini.

Selain itu, kata Rajindra, bebas asap rokok juga merupakan kesadaran untuk memperjuangkan tingkat kesehatan dan mutu sumber daya manusia. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dampak tar dan nikotin pada rokok sungguh sangat buruk untuk kesehatan dan mutu sumber daya manusia.

“Ada dua zat yang terkandung dalam tembakau yang merugikan manusia, kedua zat itu adalah nikotin dan tar, nikotin merupakan zat adiktif yang menyebabkan ketergantungan. Sementara Tar adalah zat kimia beracun yang terkandung dalam tembakau alami, tar bersifat karsinogen dan akan cenderung meningkatkan tekanan darah,” ujarnya.

Rajindra mengatakan, hal ini bertujuan untuk mewujudkan rasa keadilan bagi yang tidak merokok, namun juga untuk mewujudkan lingkungan kampus yang nyaman, bersih, hijau, dan sehat.

“Jika tidak bisa sekaligus diwujudkan di dalam kampus, paling tidak larangan tersebut di area-area tertentu. Terutama di zona akademik, administratif, dan peribadatan.  Kita harus mampu mewujudkan itu. Ini berlaku bagi seluruh civitas akademika Unismuh Palu, baik mahasiswa, karyawan, dosen, dan seluruh pejabat yang ada di lingkungan kampus ini,” katanya.

Kata Rajindra, sebelumnya lingkungan bebas asap rokok tersebut sudah diberlakukannya, namun hanya berlaku di lingkungan Gedung Rektorat.

“Saya berharap hal tersebut juga dapat diadopsi oleh para dekan, kepala-kepala lembaga, diterapkan di lingkungan masing-masing agar secara bertahap kampus biru bisa terbebas dari asap rokok,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas