Home Parigi Moutong

Pipa Induk SPAM Rusak Akibat Banjir

50
Nurdin Tasludin. (Foto: Istimewa)

Parimo, Metrosulawesi.id – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Air Minum (UPTD-AM) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Nurdin Tasludin mengungkapkan, bahwa setelah banjir beberapa waktu lalu melanda Kota Parigi, menyebabkan pelayanan sistem air minum (SPAM) untuk masyarakat Kota Parigi terganggu.

“Sehingga, untuk mengantisipasi hal tersebut, kami langsung melakukan perbaikan pada pipa induk yang mengalami kerusakan akibat dihantam banjir,” ungkap Nurdin selaku Kepala UPTD-AM Kecamatan Parigi pada sejumlah Wartawan di ruang kerjanya, Rabu 16 September 2020.

Lanjut dia, mengenai dengan beredarnya isu di masyarakat, yang mengatakan pihaknya tidak serius menangani masalah SPAM itu, Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Sebab, saat ini pihaknya telah melakukan perbaikan pada pipa induk dan perbaikan tersebut cukup memerlukan waktu, karena kondisi alam saat ini belum memungkinkan, ditambah lagi alat yang dimiliki belum memadai.

“Untuk diketahui, pada banjir pertama kita sudah perbaiki bronjong yang ada di lokasi konstruksi pondasi bangunan pengambilan air baku atau intake. Tapi banjir datang lagi, sehingga bronjong yang kita pasang itu dibawa banjir lagi. Itu yang menyebabkan intake rusak berat. Dan kita terkendala kondisi alam, hujan terus, air di lokasi masih besar, jadi alat berat belum bisa naik,” terang Nurdin.

Nurdin mengatakan, saat ini anggota di lapangan sudah siap untuk bekerja, tetapi kondisi alam saat ini belum memungkinkan. “Sehingga saat ini, kami menunggu air sungai surut, agar alat berat bisa naik,” katanya.

Nurdin menghimbau, pelanggan air bersih agar tidak termakan berita bohong terkait SPAM. Sebab, informasi yang mengatakan bahwa pelayanan air bersih akan terhenti selama 3 bulan, itu tidak benar. Pihaknya juga berharap kepada masyarakat agar bisa bekerja sama untuk tidak menyebarkan berita yang akan menimbulkan keresahan.

“Warga sekarang merasa resah karena ada informasi bahwa air ini akan mati selama tiga bulan. Jadi saya sampaikan, itu salah. Jadi jangan terlalu melebihkan nanti terkesan kita tidak bekerja. Dan Mudah-mudahan dalam waktu dekat cuaca sudah bersahabat, air sungai surut dan alat sudah bisa masuk ke lokasi, Insya Allah kita target satu minggu bisa selesai,” pungkasnya.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas