Home Ekonomi

Dukung Peningkatan Ekonomi, OJK Sulteng Bentuk TPKAD

33
Kegiatan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng bekerjsama dengan Pemerintah Kabupaten Sigi. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah membentuk suatu wadah atau Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Pada acara pengukuhan TPKAD, Kamis (17/9/2020), yang diselenggarakan di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, OJK Sulteng juga bekerjsama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sigi dan OPD terkait.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Sulteng, Gamal Abdul Kahar menjelaskan, TPAKD merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakehoders untuk meningkatkan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih sejahterah.

“Diharapkan kemitraan diantara pelaku industri keuangan dan pemerintah daerah dapat menciptakan sumber-sumber ekonomi kerakyatan yang baru. Sehingga, bisa memperluas kesempatan kerja dan mewujudkan pemerataan ekonomi khususnya di Kabupaten Sigi,” jelasnya.

Menurut Gamal, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sigi tahun 2005-2025. Sesuai dengan visi yaitu, “Pertanian Berbasis Konservasi Sumber daya alam dan berbudaya” yang dijabarkan dalam salah satu misi yakni, peningkatan dan pengembangan sektor Pertanian.

“Tujuan ini ialah membangun sektor Pertanian yang berkualitas dan terintegrasi dengan sektor Pariwisata, Industri, serta Perdagangan, sehingga menjadikan Kabupaten Sigi sebagai pusat ekonomi baru,” tuturnya.

Diungkapkannya, wilayah Kabupaten Sigi adalah daerah di Sulteng yang memiliki lahan pertanian yang sangat subur. Dimana kondisi tanah dan iklimnya begitu mendukung sektor pertanian 

“Pertanian memberikan peranan penting dalam hal memajukan taraf hidup masyarakat, baik dari segi penyediaan bahan baku, bahan pangan, serta sebagai daya beli bagi produk yang dihasilkan sektor kegiatan ekonomi lain,” ungkapnya.

Selain itu, OJK juga meluncurkan program penyaluran kredit kacang tanah sebagai bentuk komitmen untuk mengembangkan potensi yang ada di wilayah Kabupaten Sigi. Lebih lanjut dia menjelaskan, penyaluran kredit kacang tanah diberikan kepada 19 debitur dengan total lahan seluas 20 hektar.

“Selanjutnya pemberian plafon kredit sebesar Rp15 juta per debitur. Sedangkan, mekanisme pencairan kredit tidak langsung diberikan secara tunai kepada petani penggarap, tetapi melainkan kesepakatan antara Bank Sulteng selaku pemberi kredit dan PT Gunanusa selaku offteker,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas