Home Sulteng

CJH Tarik Tabungan Awal, Quotanya Gugur

34
Lutfi Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng, H Lutfi Yunus menegaskan, bagi calon jamaah haji (CJH) yang menarik tabungan awalnya dinyatakan gugur atau kuotanya hilang untuk berangkat tahun 2021.

“Bagi CJH yang menarik BIPIH pelunasan akan melunasi kembali tahun pemberangkatan 2021, dan kuotanya tidak hilang asal melunasi kembali saat mau berangkat. sementara CJH yang menarik uangnya dari setoran awal Rp 25 juta maka yang bersangkutan dinyatakan gugur atau kuotanya hilang,” tandas Lutfi, di Palu. Kamis (17/9).

Disebutkan, CJH yang batal berangkat 2020 karena alasan pandemi corona, tetap menjadi prioritas diberangkatkan pada musim haji 2021.

“Yang berangkat haji 2021 adalah CJH 2020 yang tertunda keberangkatannya, termasuk 15 CJH yang mengajukan penarikan BIPIHnya asal yang bersangkutan melunasi kembali bphi,” ungkap Lutfi.

Seperti dijetahui, Kementerian Agama mulai menyiapkan skema pemberangkatan jemaah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Menurut Lutfi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar mengatakan, pihaknya akan menyiapkan 3 skema pemberangkatan jemaah haji tahun mendatang.

Skema pertama, jika pandemi Covid-19 sudah berakhir, maka kuota haji akan kembali normal. dimana jemaah yang batal keberangkatannya pada tahun ini akan diberangkatkan tahun 2021.

Sedangkan, untuk jemaah yang semula dijadwalkan berangkat tahun 2021 akan mundur ke tahun berikutnya.

Skema kedua, jika Covid-19 belum sepenuhnya hilang, dalam situasi tersebut, akan dilakukan pembatasan atau pengurangan kuota. Skema ketiga, jika wabah Covid-19 masih tinggi dan belum dapat tertangani.l, maka dalam situasi demikian, ada kemungkinan pemberangkatan jemaah haji terpaksa ditunda lagi.

Reporter: Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas