Home Donggala

Dokter RS Kabelota Sudah 7 Bulan Belum Dapat Insentif

74
MENERIMA KELUHAN - Para dokter di RS Kabelota menyampaikan keluhannya ke Anggota DPRD dari Lintas Komisi saat berdialog di RS Kabelota, Rabu 9 September 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Beli Susu Anak Saja Sulit

Donggala, Metrosulawesi.id – Miris. Sejumlah dokter di RS Kabelota Donggala sudah tujuh bulan belum menerima pembayaran insentif. Hal itu terungkap saat anggota DPRD Donggala melakukan kunjungan kerja ke rumah sakit milik Pemda Donggala itu, Rabu 9 September 2020.

Awalnya anggota DPRD yang tergabung dalam Lintas Komisi itu hanya ingin melihat kondisi pasien Covid-19. Namun, setelah mereka berdialog dengan para petugas medis, seketika berubah menjadi ajang curhat para dokter RS Kabelota yang mengeluhkan insentif mereka belum terbayarkan selama tujuh bulan.

Anggota Komisi I DPRD Donggala, Nurjanah yang dimintai keterangan usai melakukan kunjungan kerja di RS Kebelota mengatakan sangat prihatin dengan kondisi RS kebanggaan masyarakat Donggala.

“Para dokter curhat ke kami anggota DPRD, ya sebagai lembaga pemerintah yang mewakili rakyat kami wajib mendengar jeritan tersebut, dan para dokter mengaku belum menerima insentif selama tujuh bulan,” kata Nurjanah.

Sayangnya, tidak dijelaskan berapa banyak jumlah insentif para dokter yang belum dibayarkan. Yang pasti katanya, para dokter mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga karena insentifnya belum dibayarkan.

Nurjanah. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

“Sebagai wanita saya ikut menangis ketika seorang dokter di hadapan kami menangis sambil berkata untuk membeli susu anaknya susah karena insentif belum dibayar,” kata Nurjanah.

Selain insentif dokter katanya, RS Kabelota juga dikabarkan tidak mampu memenuhi obat-obatan. Untuk memenuhi kebutuhan obat katanya, manajemen RS Kabilota masih berhutang.

Nurjanah mengatakan, anggaran operasional RS Kabelota awalnya Rp12 miliar tetapi kemudian hanya tersisa Rp1 miliar. Harusnya kata anggota Fraksi PKS ini, pemerintah melalui tim pengelola anggaran daerah (TAPD) harus memperhatikan anggaran RS Kabelota.

“Sebagai lembaga DPRD akan memperjuangkan anggaran Rp12 miliar untuk dikelola selama setahun. Kalau cuma Rp1 miliar tidak akan bisa membayar biaya operasional RS Kabelota,” jelasnya.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi, jumlah dokter yang bertugas di RS Kabelota ada sebanyak 10 orang. Di antaranya ada yang pernah bertugas dari luar daerah, kemudian bekerja di RS Kabelota. Di tempat tugas sebelumnya, insentif mereka dibayar sebesar Rp25 juta per bulan. Namun di Donggala, insentifnya Rp7,5 juta per bulan.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas