Arif Latjuba. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Angka konsumsi ikan di Sulawesi Tengah menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, Moh. Arif Latjuba, mengungkapkan dalam kurun beberapa tahun terakhir angka konsumsi ikan terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan rata-rata 38,14 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2014. Angka itu meningkat menjadi 41,11 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2015.

“Tren peningkatan itu berlanjut pada tahun 2016 yakni sebesar 43,94 kilogram per kapita per tahun, kemudian 47,34 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2017, lalu tahun 2018 sebesar 50,69 kilogram per kapita per tahun, dan tahun 2019 sebesar 54,49 kilogram per kapita per tahun,” ungkap Arif di Palu, baru-baru ini.

“Kita punya angka konsumsi ikan setiap saat naik meskipun masih jauh dibandingkan Jepang atau negara-negara lain,” tambahnya.

Arif  mengaku optimis angka konsumsi ikan masyarakat Sulteng akan terus bergerak naik di tahun 2020. Itu karena angka konsumsi ikan di Sulteng selama beberapa tahun tersebut masuk dalam kategori tinggi.

Hal itu berdasarkan indikator di bawah angka 20 kilogram per kapita per tahun masuk kategori rendah, kemudian 20-31,4 kilogram per kapita per tahun masuk kategori sedang, dan di atas 31,4 kilogram per kapita per tahun masuk kategori tinggi.

“Saya yakin akan terus meningkat kita punya konsumsi ikan, karena dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Ini yang harus kita support terus, karena produksi juga kita tinggi harus juga meningkat konsumsi di masyarakat,” ujarnya.

Arif menambahkan kampanye peningkatan konsumsi ikan di tengah masyarakat terus dilakukan. Hal itu karena konsumsi ikan dapat membantu kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Kandungan gizi ikan juga dapat membantu pertumbuhan otak anak, sehingga mencegah terjadinya stunting.

“Seperti kita ketahui, dengan mengonsumsi ikan akan sangat berdampak baik, khususnya untuk pencegahan stunting,” pungkas Arif.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas