Pengurus Aspeta Palu usai mengelar rapat kerja. (Foto: is)
  • Sepakati Iuran Aspeta, Harga Penjualam FOB dan Kunjungan Promosi

Palu, Metrosulawesi.id Usai dikukuhkan Wali Kota Palu, pengurus Asosiasi Pengusaha Tambang Batuan (Aspeta) Kota Palu, langsung menggelar rapat kerja. Rapat kerja yang membahas program kerja untuk lima tahun ke depan, melahirkan sedikitnya 12 program yang disekapati pengurus dan anggota Aspeta Kota Palu.

Rapat kerja yang dipimpin langsung Ketua Aspte Kota Palu, H Abdul Sahid dan pengarah Abdillah, selain diikuti pengurus, juga melibatkan para anggota yang notabenenya berkecimpung di tambang batuan di Kota Palu.

Raker yang berjalan cukup dinamis tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan dan rekomendasi. Dari sekian kesepakatan dan rekomnadsi yang dirumuskan, ada tiga poin yang menjadi perhatian khusus, diantaranya menyangkut sumber keuangan Aspeta, harga penjualan hasil produksi, serta menyangkut kunjungan pemasaran atau promosi.

Menyangkut sumber keuangan organisasi para pengusaha tambang galian C ini, disepakati berupa iuran pangkal yakni sebesar Rp. 5.000.00 per tahun. Sedang iuran pengapalan (tongkang) iuran yang disetor ke Aspeta sebesar Rp. 5.000.000.

Soal harga penjualan FOB, meski diwarnai dengan perdebatan dan adu argumentasi, peserta rapat kerja Aspte akhirnya menyetujui untuk batu gajah disepakati sebesar 16o.000. Untuk batiu 1,2 dan 2-3 disetujui sebesar Rp. 145.000 – Rp. 150.000.

Wali Kota Palu memukul gong pertanda dibukanya rapat kerja Aspeta Kota Palu. (Foto: is)

Sementara itu, agar hasil produksi tambang yang dikelola, pengurus dan anggota Aspeta sepakat mengagendakan kunjungan pemasaran di beberaoa daerah di luar Kota Palu. Promisi ini, bagi pengusaha tambang batuan sangat penting dan dibutuhkan, untuk memasrakan hasil produksi mereka.

Selain ketiga pokok pembahasan yang kemudian disepakati, peserta rapat kerja Aspeta juga menyetujui kegiatan-kegiatan sosial serta peningkatan kesejathteraan warga yang berada di sekitar tambang yang diolah.

Menyangkut keamanan dan pungutan, disepakati juga dalam rapat kerja, menyangkut pungutan akan ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga pungutan-pengutan yang diberikan dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Hasil rapat kerja yang dirumuskan, selanjutnya akan dikirimkan ke seluruh pengelola tambang batuan di Teluk Palu. Bahkan, rekomendasi yang dikeluarkan Aspeta Kota Palu juga diberikan kepada pihak terkait, baik di Pemerintahan Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah. (*/is)  

Ayo tulis komentar cerdas